Mega Wisata Ocarina : Paket Lengkap Liburan Keluarga

Weekend ketiga kami di Batam akhirnya kesampaian juga traveling ke tempat wisata. Alhamdulillah suami sudah agak lowong untuk jalan-jalan bersama. Setelah googling wisata hits apa saja yang ada di kota terbesar di Kepri ini, kamipun sepakat ke Ocarina.

Mega wisata Ocarina memang sesuai dengan namanya. Luaaasssss banget! Berada di lahan 40 hektar yang menghadap ke pantai dengan beragam wahana permainan, dari skala santai sampai yang super ekstrem.

Cara Menuju Ocarina dan HTM

Lokasinya berada di kompleks perumahan elit Coastarina di daerah Sadai, Bengkong. Tidak sulit menemukannya. Bermodalkan goole maps, suami meyetir kurang lebih 24 menit saja dari rumah.

Sebelum memasuki area wisata, kita disambut sebuah gapura dengan loket pembelian tiket. HTMnya sangat terjangkau yaitu Rp 15.000/orang dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Sedangkan Yui tidak dikenakan biaya karena masih di bawah tiga tahun. Di loket ini juga kita akan menerima tiket parkir seharga Rp 5.000. Jadi, saya menerima empat lembar tiket keseluruhannya. Jangan sampai hilang ya tiketnya karena tiket anak bisa digunakan untuk menaiki Flying Elephant atau merry go round secara cuma-cuma dan tiket orang dewasa bisa ditukarkan dengan makanan di kedai terpilih.

Tiket masuk

Setelah melewati gapura dan loket tiket tadi, kami berhenti di satu loket lagi yang khusus memeriksa tiket dengan menyobeknya di bagian tertentu. Di loket ini juga kami diberi dua buah kupon untuk ditukarkan dengan makanan di kedai Ayam Bakar Milenial. Asyiikk!

Tidak menunggu lama, kamipun segera parkir di bawah pohon yang rindang lalu sholat Ashar di musholla.

Wahana Permainan

Selain pantai, taman bermain anak, panggung terbuka dan green park dengan fasilitas olahraga, Ocarina juga menawarkan beberbagai wahana permainan seperti aero rail, robot rail, bicycle, tricycle, park train, climbing net, spin tower, 360 madness, happy rocking bus, ekstrem sky runners, dizzy paradise, waterpark dan tentu saja giant wheel yang menjadi ikon Ocarina.

Untuk memasuki setiap wahana tersebut, kita harus membayar lagi. Jumlahnya berbeda-beda tapi rata-rata hanya 15 hingga 20 ribu saja. Karena kami datangnya sudah sore, jadi tidak bisa menikmati semua wahana.

Ochy dan Yui betah banget keliling arena dengan mobil-mobilan aki. Alhamdulillah gak perlu dijalankan dengan bantuan remot. Ochy sudah expert mengendarainya. Secara, ini mainan dia hari-hari keliling kompleks di Makassar bahkan sejak ia masih berumur dua tahun. Meskipun demikian pengawasan orang tua tetap diperlukan. Bersama papanya, mereka berkeliling dari timur ke barat di sepanjang jalan pinggir pantai. Memanfaatkan kesempatan ini, saya jadi leluasa mengambil gambar dan menikmati ‘kesendirian’ di area terbuka.

Duduk di taman beralas rumput hijau bak permadani. Mengamati orang-orang sekitar, sangat menyenangkan. Ada yang piknik, bermain bola, membaca buku, olahraga, jungkir balik, duduk berkasih-kasih, mengkhayal, tidur dan ada juga yang seperti saya. Santai melonjorkan kaki dengan bertelekan tangan sambil mengamati. Sesekali menjepret. Mengabadikan momen dalam lensa kamera.

Green park
Green park

Puas menikmati kesendirianku, saya menyusul anak-anak. Terakhir kulihat mereka ke arah pantai. Saya disambut berderet-deret gazebo yang berpijak kokoh di atas pasir. Pohon pinus mengelilingi area ini. Sebuah coffee shop menjorok ke dalam. Material bangunannnya didominasi kayu, terhubung dengan jembatan yang juga dari kayu. Kedai ini menyuguhkan padu aroma kopi dan laut dengan pemandangan bianglala. Di selanya, kapal feri hilir mudik dari dan ke Singapura. Pantaslah disebut-sebut orang bisa lupa waktu jika menyesap kenikmatan kopi di kedai ini.

Tak jauh dari jembatan kayu, jembatan beton berliuk di kaki bianglala raksasa. Disediakan banyak meja dan kursi di sepanjang jembatan beton tersebut. Kami menempati salah satunya. Menikmati eskrim dan jajanan dengan semilir angin sore yang sejuk.

Tips Berkunjung ke Ocarina

1. Membawa tikar

Meskipun sebagian besar wahana permainan di Ocarina berbayar, bukan berarti tak ada aktivitas seru yang gratis. Jika akan berkunjung, sebaiknya membawa tikar atau alas duduk untuk piknik. Seandainya pun lupa, tidak usah khawatir sebab tersedia banyak tempat duduk di pinggir taman. Kalaupun tetap ngotot mau lesehan, boleh duduk bahkan tidur langsung di rumput jika semut dan binatang-binatang kecil lainnya bukan masalah bagimu. Kalau masalah tapi tetap mau lesehan, silahkan mencoba opsi terakhir yaitu menyewa tikar.

2. Membawa bekal

Bawalah bekal yang cukup sebab tidak ada larangan membawa snack, makanan dan minuman sebagaimana di theme park lainnya. Di Ocarina, kita bebas membawa makanan dari luar. Tapi kalapun lupa membawanya, tidak perlu khawatir sebab aneka makanan banyak dijual di sini. Dari makanan rumahan hingga jajanan kekinian with reasonable price.

Eh iya tadi kan saya bilang tiket masuknya bisa ditukar dengan makanan di kedai tertentu. Nah dengan PD-nya saya membawa kuponku ke kedai Ayam Bakar Milenial . Ternyata kupon ini hanya berlaku untuk soto atau nasi goreng telur. Itupun harus beli minumannya terlebih dahulu. Misal beli es tehnya dulu seharga Rp 10.000 baru deh bisa ditukar kuponnya. Hahahaha.

3. Membawa mainan

Seperti halnya makanan, di Ocarina kita juga bebas membawa mainan sendiri. Seperti Ochy yang membawa skuternya dan Yui membawa mobil dorong. Lumayan menghemat biaya sewa kan.

Yui duduk di meja. Rewel tingkat tinggi karena habis jatuh di jalan semen. Jangan dicontoh ya!

Overall, Ocarina worthed banget buat di kunjungi. Next visit, mau datang pagi nih buat nyobain waterparknya. InsyaAllah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s