IIP – Ketika Harus Remedial

Ada satu nasihat baik yang dulu sering saya dengar. Tentang pengulangan. Katanya, pengulangan adalah inti dari pembelajaran. Karena itu saat saya harus remedial di kelas matrikulasi, nasihat itu benar-benar menjaga saya agar tidak kehilangan motivasi belajar.

Syarat kelulusan kelas matrikulasi IIP adalah menyelesaikan 7 NHW dari total 9 NHW yang diberikan. Jika telah lulus kelas matrikulasi maka sudah resmi menjadi member Institut Ibu Profesional dan berhak mengikuti proses belajar selanjutnya yaitu kelas bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda sholehah agar selalu menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga.

Saya tidak bisa memenuhi syarat tersebut ketika mengikuti kelas matrikulasi batch 5. Bukan karena NHWnya sulit. Tapi saat itu saya terkendala dengan koneksi internet. Sistem perkuliahan kami adalah secara online, sehingga peranan internet sangat besar pengaruhnya.

Selama masa perkuliahan, saya selalu mendapat badge penghargaan “tepat waktu” karena berhasil menyetor NHW sebelum due date. Sayangnya harus berhenti di pekan ke empat perkuliahan karena jaringan internet di Timika down selama sebulan penuh. Hanya bisa telepon dan sms saja. Dengan sistem perkuliahan yang online begini, jelas saya tertinggal.

Setelah satu bulan Timika tanpa jaringan internet, alhamdulillah pekan berikutnya statusnya meningkat. Sudah bisa buka aplikasi whatsApp. Aplikasi lainnya tetap tidak bisa. Di WA pun hanya sekedar bisa mengirim dan membaca teks. Media gambar dan video tidak bisa sama sekali. Meski demikian, saya tetap syukuri. Setidaknya bisa memberi konfirmasi tentang keadaanku di sini yang terkendala dengan jaringan internet. Materi perkuliahan yang di bahas di WA setidaknya bisa saya ikuti. Tapi lagi-lagi, hanya bertahan 3 hari bisa whatsApp-an, internet mati total lagi hingga sebulan lamanya. Maka fix saya tidak bisa lagi melanjutkan perkuliahan hingga masa wisuda dua bulan mendatang.

Anehnya, hari-hari menjelang wisuda, jaringan internet alhamdulillah bisa diakses lagi. Hanya saja di jam-jam tertentu yaitu pukul 1 dini hari hingga pukul 5 subuh. Observer di kelas matrikulasi ini adalah teman baik saya sehingga saya bisa mendapat informasi yang penting-penting tanpa harus memanjat ribuan chat di WAG akibat ketertinggalan saya selama dua bulan masa perkuliahan. Salah satu informasinya adalah adanya keringanan untuk tetap bisa mengumpulkan NHW meskipun tidak tepat waktu. Selama wisuda belum dilaksanakan, masih bisa mengerjakan ketertinggalan NHW. Tapi mungkin memang saya tidak ditakdirkan untuk menjadi bagian matrikulasi batch 5 sebab saat akan menyetor semua sisa NHW ku, jaringan internet kembali mati total.

Kerusakan internet ini adalah yang terparah yang pernah saya alami selama tinggal di Timika. Sebelum-sebelumnya tidak pernah ada masalah yang berarti. Koneksi cenderung lancar sebagaimana di kota-kota besar lainnya.

Setelah jaringan pulih secara permanen, saya hanya bisa memandangi gambar teman-teman kelasku yang berhasil wisuda. Saya merasa ikut bahagia. Meskipun kami tidak pernah bertatapan muka tapi intetaraksi di kelas online sangat berkesan.

Beberapa bulan kemudian, kelas matrikulasi batch 6 dibuka. Tapi saya ketinggalan info saat proses pendaftaran dibuka. Maka batch 6 pun lewat. Lalu di bulan Januari 2019 ini (persis setahun sebelumnya) alhamdulillah saya berhasil ikut bergabung di kelas foundation dan matrikulasi batch 7. Kelas foundation ini sendiri baru bagi saya karena di batch 5 dulu tidak ada, langsung masuk ke kelas matrikulasi.

Pada matrikulasi batch 7 ini saya merasa belajar lebih bersungguh-sungguh. Materi kuliah dan hasil diskusi kelas saya buatkan rangkumannya sendiri. Saya tuliskan kembali lalu saya satukan sebagai sebuah buku panduan yang sewaktu-waktu bisa saya baca kembali. Selain belajar lebih bersungguh-sungguh, batch 7 ini juga lebih berkesan sebab ketua kelas saya di batch 5 sekarang menjadi wali kelas saya di batch 7. Hehehe.

Hingga saat ini, kelas kami telah memasuki NHW#4. Hmm… Sebagai siswa yang remedial, enak dong karena jawaban NHWnya tinggal copas? Terus terang saya sangat berproses, baik di batch 5 maupun batch 7. Jawaban-jawaban NHW ku pun tidak persis sama sebab setiap NHW itu memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk dijawab dengan kondisi kita saat ini. Jadi meskipun pertanyaannya sama, jawabannya pasti akan berbeda sebab kondisi kita hari ini tentu juga berbeda dengan batch sebelummnya. Seperti saya, saat batch 5 usia anak-anak saya masih 3 tahun (anak pertama) dan yang kedua masih usia 9 bulan. Di batch 7 ini usia mereka sudah 4 tahun (anak pertama) dan 20 bulan (anak kedua).

Dear self, Welcome to MIPB#7 Institut Ibu Profesional. Semangat belajar kembali. Bukan hanya semangat tapi memang perlu memaksa diri belajar. Sebab seperti kata Imam Syafi’i : Jika kau tak dapat menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s