Apparalang, Raja Ampat Versi Sulawesi Selatan (?)

Masih tentang cerita perjalanan dari Bulukumba. Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang Apparalang. Salah satu wisata andalan Bulukumba lainnya yang terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari.

Daya jual Apparalang terletak pada keindahan tebing-tebingnya yang eksotis. Menjulang tinggi dengan batu karang alami mengelilingi air laut. Karena keindahan tebing – tebing itulah, beberapa orang menyebut Apparalang sebagai Raja Ampat versi Sulawesi Selatan. Kalau menurut saya sendiri sih gak mirip ya. Tapi kalau disematkan kata “ala atau versi” mungkin sah-sah saja.

Pantai Apparalang berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang ada di Bulukumba seperti pantai Tanjung Bira ataupun pantai Bara. Kita tidak akan menemukan pasir di sini sehingga tidak bisa bermain di bibir pantai. Sebagai gantinya, kita bisa menikmati deburan ombak yang menghempas batu karang atau duduk di tebing memandangi keindahan laut di bawah sana yang jernih ditemani angin sejuk dan suasana yang tenang. Kalau punya nyali besar, kita bahkan bisa melompat dari tebing. Aktivitas lainnya juga bisa berenang, snorkling atau memancing.

Cara Menuju Apparalang

Lokasi Apparalang berdekatan dengan pantai Tanjung Bira. Jarak tempuhnya kurang lebih 30 – 45 menit dari Tanjung Bira. Sebenarnya sih jaraknya dekat saja. Tapi karena akses jalannya belum memadai jadilah memakan waktu lumayan lama.

Sebagai petunjuk paling mudah, carilah lokasi SMKN 6 Perkapalan Bulukumba. Lurus saja hingga menemukan perkampungan. Selanjutnya belok kanan di turunan curam dengan papan penanda “Pantai Appalarang”. Meski naik turun, tapi jalannya berupa aspal mulus. Jika masih kesulitan, boleh bertanya kepada warga sekitar. Mereka sangat ramah kok. Opsi lainnya adalah silahkan mengikuti arahan Gmaps. Kalau saya pribadi sih lebih senang bertanya langsung ke warga. Selain infonya lebih valid, kita juga berinteraksi dengan mereka. Siapa tahu kita bisa jadi teman terus diajak makan – makan di rumahnya. Lumayan hemat buat lunch kan! Wkwkwk.

Nah setelah jalan aspal tersebut, kita akan tiba di jalan paving block yang tidak rata dengan lebar jalan sekitar 2 meter. Di kiri kanannya adalah hutan jati yang masih perawan. Kalau tidak salah lihat, seeprtinya juga melewati area pekuburan kampung.

Karena lebar jalan hanya 2 meter, maka terasa sangat sempit bagi pengendara mobil. Saking sempitnya jalanan tersebut, jika kita berpapasan dengan kendaraan lain salah satunya harus mengalah. Mundur hingga menemukan pertigaan atau tempat yang cukup untuk berhenti sejenak agar kendaraan lain bisa lewat.

Setelah jalanan paving block tadi, kita akan disambut jalan beton yang belum rampung. Panjang jalannya mungkin cuma 10 meter saja. Nah di akhir jalan beton inilah jalan “sesungguhnya” menuju pantai Apparalang. Jalannya batu bercampur tanah yang sangaaaaat curam. Karena itu pastikan rem kendaraannya berfungsi dengan baik ya. Pastikan juga kamu memiliki kemampuan berkendara yang mumpuni. Untung Bapak saya ikut. Pengalaman menyetir beliau tidak diragukan. Kalau saya yang nyetir, pasti sudah putar balik kalau gak parkir dulu terus lanjut berjalan kaki. Tau diri soalnya.

Dari sini, ikuti saja terus jalan batu tanah itu hingga menemukan tempat parkir yang sangat luas. Biaya parkirnya Rp 10.000/mobil. Sedangkan untuk tiket masuk ke pantai Apparalang tidak dipungut biaya sepeserpun.

Seperti kata pepatah, semakin sulit menemukan suatu tempat. Semakin indah pula pemandangan yang dijanjikannya. Begitulah perjalanan ke Apparalang. Setelah perjuangan melalui ragam jenis jalanan tadi, kita disuguhkan pemandangan alam yang sangat indah.

Berikut beberapa foto yang sempat saya abadikan. Enjoy it!

Fasilitas di Pantai Apparalang

Wisata pantai Apparalang masih sangat perawan. Kita tidak akan menemukan penginapan apapun di sini. Jadi bagi yang ingin bermalam, silahkan mendirikan tenda di anjungan atau bisa juga mencoba bantuan warga setempat. Siapa tau bisa dikasih tumpangan. Sedangkan untuk makanan, masih terbatas pada penjual makanan ringan. Kalau mau beli oleh-oleh ada gak yang jual? Iya ada penjual souvenir. Harganya sedikit mahal tapi dengan membelinya maka kita ikut membantu perekonomian warga sekitar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s