Tempat Wisata Menarik yang Bisa Dikunjungi di Prague (Praha) Bersama Bayi dan Balita

Saat menyusun itinerary liburan ke Eropa, saya tidak pernah ragu memasukkan Prague atau Praha, ibukota Republik Ceko ke dalam jadwal. Saya bahkan mengalokasikan waktu terlama di Prague dalam perjalanan Eurotrip kami (16 hari, 6 negara 9 kota) yaitu sekitar 5 hari khusus untuk menikmati keindahan kotanya yang disebut-sebut sebagai kota tercantik di dunia.
Hari 1. Kami mendarat di Václav Havel airport Prague dari Brussels dengan maskapai Czech Airlines sekitar pukul 10 malam. Saat itu sedang badai sehingga turbulensi terasa beberapa kali selama penerbangan. Dari bandara langsung menuju hotel yang hanya bisa diakses dengan taxy. Kami menginap di Penzion V Mastali, salah satu hotel yang lokasinya dekat bandara. Tapi menurut saya, dekatnya ini kok masih terasa jauh ya. Apalagi kami harus menembus badai malam-malam begini dengan kontur jalan yang berkelok-kelok. Saya dan Kak Idu sampai bertatap-tatapan cemas, apa mungkin kita dibawa ke tempat yang benar karena kok jalannya spooky banget, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Dan ketika si driver menurunkan kami, saya semakin shock melihat hotelnya. Bagaimana tidak, kami disambut dua pemuda yang lagi minum-minum di pintu masuk. Saat menuju resepsionis saya bahkan nyaris pingsan karena asap rokok dimana-mana. Rupanya ruang receptionnya menyatu dengan bar. Kak Idu sampai memohon maaf berkali-kali kepadaku. Mungkin merasa bersalah karena hotel ini, ia yang reservasi via online. Tapi siapa sangka, ketika kami dibawa ke kamar yang letaknya di lantai dua, saya takjub luar biasa. Kamarnya baguuuusss banget dan pelayanannya juga sangat ramah. Ochy bahkan diberi cot yang bikin dia girang, padahal kami tidak request sebelumnya. Kamar mandinya apalagi, bikin betah sekali. Alhamdulillah bisa tidur nyenyak sampai pagi nanti.

Hotel kami di dekat bandara Prague

Hari 2. Ketika bangun keesokan harinya, saya semakin jatuh cinta dengan hotel ini karena pemandangannya dari jendela luar biasa indah. Warna-warni pohon maple di sepanjang jalan menjadi terapi emosi pembangkit semangat. Bergeser ke kiri, mata saya menangkap playground yang belakangan menjadi tempat favorit Ochy bermain.

Hari ini kami akan ke pusat kota dan selama hari-hari berikutnya di Prague , kami akan menginap di apartemen yang dipesan melalui Airbnb. Dari sini ke pusat kota kami memakai Uber dengan pertimbangan lebih praktis. Soalnya jika menggunakan transportasi umum, harus berjalan kaki jauh ke halte, setelah itu mesti transfer ke tram lain untuk tiba ke apartemen. Cukup repot jika membawa banyak barang begini. Biaya ubernya juga murah saja kok.

Begitu tiba di apartemen, ternyata host kami masih ada kerjaan di luar sehingga belum bisa bertemu. Akhirnya kami jalan-jalan dulu di sekitar flat. Lokasinya sangat strategis. Supermarket berada tepat di sampingnya, kafe dan restoran tersebar di mana-mana dan yang paling penting, halte bus cuma 10 meter saja dari flat. Tepat di seberang jalan juga ada park dan sepertinya sebuah kampus.

Maria, nama host kami yang masih sangat muda. Orangnya ramah dan super baik. Dia menjelaskan singkat tentang Prague. Transportasi ke tempat-tempat wisata, restoran dan kafe yang layak dikunjungi serta hal-hal apa saja yang menarik untuk dinikmati di kota kecil ini. Bagi saya dan Kak Idu, informasi warga lokal begini jauh lebih valid daripada saran dari mbah google.

Cuaca di Prague cenderung lebih dingin daripada Amsterdam dan Brussels. Curah hujannya juga lebih tinggi dan waktu siangnyapun lebih singkat. Kombinasi cuaca seperti itu sangat menggoda untuk ngulet-ngulet di kasur saja. Apalagi buat si bayi dan toddler, punya ruang luas untuk bermain tentu sangat menyenangkan. Tapi kok ya sayang sekali jika sudah jauh-jauh ke Eropa cuma buat tidur saja. Hehehe. Karena itu kamipun sightseeing di sekitar apartemen. Mampir di restoran kebab dan pizza lalu ke supermarket untuk membeli beras dan lauk. Selebihnya main di park kampus. Kami memang belum ke pusat wisata di old town hari ini karena sudah terlalu sore menunggu Maria datang.

Hari 3. Flat yang kami tinggali fasilitasnya sangat lengkap. Ada mini bar, kitchen set dan wash machine. Sambil menunggu masakan matang, saya memasukkan pakaian-pakaian kotor ke dalam mesin cuci. Sementara Kak Idu memandikan si bayi dan toddler lalu menemani mereka bermain. Gaya traveling kami seperti inilah adanya. Kebiasaan-kebiasaan yang kami lakukan sendiri di rumah tetap dibawa kemanapun. Sederhananya mungkin cuma pindah tempat tidur saja. Hehehe.

Setelah sarapan, kamipun berangkat ke Old Town dengan sekali naik bus dari stasiun Cerninova. Menurut informasi Maria, kami harus menaiki bus no 136. Waktu tempuhnya tidak lama, sekitar 10 menit saja. Setelah itu walking tour dimulai. Awalnya sempat bingung ke arah mana kami akan memulainya. Tapi karena dalam kamus hidup saya dan Kak Idu tidak ada kata nyasar, kamipun melangkah asal arah saja yang menuntun kami akhirnya menemukan tempat-tempat baru. Ya, kami memaknai kesasar dengan menemukan tempat baru. Sebab pada hakikatnya kita memang berada di tempat yang baru. Dan lagi kata kesasar hanya akan membangkitkan emosi negatif sedangkan ‘menemukan tempat baru’ cenderung membawa hawa positif. Benar atau betul? Hehehe.

Selama walking tour ini, kami menikmati kota tua Praha yang sangat antik. Bangunan-bangunannya khas Romawi Kuno dengan menara lancip. Berada di sini membuat saya berpikir seperti tidak di dunia nyata tapi dalam dunia dongeng yang banyak disajikan film-film kartun Disney. Mungkin karena banyaknya jumlah menara di sini, Prague menyandang status sebagai kota seribu menara.

Berikut tempat-tempat yang kami kunjungi selama walking tour secara mandiri :

1. Prague Old Town Square

Tempat ini merupakan alun-alun kota lama yang menjadi pusat wisata kota tua di Prague. Menjadi the must visit when in Prague karena dikelilingi bangunan-bangunan kuno penuh sejarah dengan berbagai aneka warna dan gaya arsitektur mulai dari gothic, rococo hingga baroque style. Tak heran kompleks ini selalu dipadati wisatawan karena memang sangat colourful, indah luar biasa.

Prague Old Town Square
Prague Old Town Square
Prague Old Town Square

Beberapa bangunan-bangunan indah di dalam kompleks ini antara lain : Old Town Hall, Astronomical Clock, Týn Cruch, House at The Stone Bell, Kinský Palace, Jan Hus Memorial dan St. Nicholas Church. Yang paling menarik bagi saya adalah astronomical clock karena saat jamnya berdentang akan keluar boneka-boneka lucu dan menari. Menariknya lagi karena merupakan jam astronomi tertua di dunia yang dibangun pada tahun 1410 yang masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Berhubung kami tiba di sana pengunjung sudah ramai sekali, sayapun tidak sempat memotretnya karena waspada dengan isi ransel dan kantong jaket. Takut kena copet. Hihihihi.

Selain menikmati keindahan bangunan kota tua tersebut, kita juga bisa menikmati kelezatan kuliner Prague. Salah satunya adalah Trdelnik. Adonan mentahnya digulung pada sebuah batang kayu yang panjang lalu dibakar di atas bara api. Teksturnya mirip croissant tapi tengahnya bolong. Biasanya diberi aneka filling seperti gula, coklat dan eskrim.

Trdelnik isi coklat
Proses pemanggangan Trdelnik

2. Charles Bridge atau Karluv Most

Jembatan yang membelah Sungai Vltava ini adalah salah satu yang tersohor di dunia. Dibangun pada pemerintahan Raja Charles IV (1357). Jembatan ini menghubungkan dua distrik bersejarah di kota Prague yaitu Old Town dan Lesser Town sekaligus menjadi penghubung destinasi wisata terkenal di Prague yaitu Kastil Praha dan old Town Square. Tidak heran jembatan ini selalu ramai dipadati wisatawan, seniman dan pedagang souvenir. Yang paling menonjol dari jembatan ini adalah deretan 30 patung bergaya baroque di kedua sisinya bersama lentara vintage yang unik.

Charles Bridge
Charles Bridge

3. Sungai Vltava

Sungai Vltava merupakan sungai terpanjang di Republik Ceko yang dilintasi oleh 18 jembatan, salah satunya Charles Bridge. Dengan berpesiar menggunakan kapal ataupun gondola, kita bisa menyaksikan pemandangan unik yang ada di kota Prague. Bagi yang tidak suka berlayar di sungai tidak perlu khawatir karena dengan berjalan kakipun kita bisa menikmati keindahan sungai ini. Pastikan saja kakinya cukup kuat ya sis! Hehehe. Disalah satu sisinya, akan kita temukan gerombolan angsa yang berenang bebas. Jadikanlah pengalamanmu lebih seru dengan memberi makan angsa-angsa tersebut.

Di tepi sungai Vltava
Vltava River
Cruise Tour
Angsa-angsa di tepi sungai Vltava

4. Prague Castle atau Pražky Hrad

Jujur saja tulisan ceko ini memang rada susah dibaca. Lidah sudah seperti kelipat-lipat saja rasanya. Jadi waktu walking tour di area old town square, tidak sengaja kami menempuh jalan yang menuju charles bridge. Dari sana kita bisa menyaksikan kemegahan dua kastil yaitu Pražký Hrad atau kastil Prague di sisi kiri dan Vysěhrad di sisi kanan.

Prague Castle di bangun tinggi di atas perbukitan dan merupakan kompleks kastil terluas di dunia versi Guinness Book of World Records (luasnya mencapai 70.000 m2). Kastil ini pernah menjadi pusat pemerintahan raja-raja Bohemian, kaisar Romawi dan Presiden Cekoslovakia. Kastil ini juga menjadi saksi perang dan pemberontakan yang bergejolak di Prague, diantaranya Bohemian Revolt, Battle of Prague, Perang Dunia II dan Velvet Revolution. Setelah Cekoslovakia terbagi menjadi dua yaitu Republik Ceko dan Slovakia, sebagian Prague Castle kini ditempati oleh Presiden Republik Ceko dan sebagian besar lainnya dibuka untuk umum.

Prague Castle

Kompleks kastil buka setiap hari dari pukul 05.00 – 24.00 tanpa biaya apapun alias gratis. Tapi kalau masuk ke interiornya harus membeli tiket seharga 250 ck untuk dewasa (short visit tour) dan 350 ck untuk long visit tour. Sedangkan untuk anak-anak usia lima tahun ke bawah, biayanya gratis.

5. Vysěhrad

Ini adalah kastil lain di Prague yang juga dihubungkan oleh Charles Bridge. Jadi di sisi kanan jembatan Charles ada Pražky Hrad, di sisi kirinya ada Vysěhrad. Keduanya sama-sama kastil. Meskipun tidak setenar kastil di sebelahnya yaitu Kastil prague, namun keindahan kastil Vysěhrad juga tidak kalah menarik.

Vysěhrad

Kami sendiri hanya memandanginya dari jauh karena kaki sudah terlalu capai melangkah. Bermodal kursi taman di sisi selatan Charles Bridge, tempat kami beristirahat sekaligus menikmati semilir angin di tepian sungai Vltava, kami sangat mengagumi arsitektur bangunan kastil ini.

Hari ke 4. Rencananya kami akan ke Cesky Krumlov, salah satu desa tercantik yang ada di Prague yang dapat ditempuh selama 3 jam dengan bus maupun kereta. Sebagai penikmat desa, saya dan Kak Idu tentu tidak ingin melewatkannya. Tapi apa mau dikata, cuaca hari ini sedang tidak bersahabat bagi turis rempong seperti kami yang membawa bayi usia 5 bulan dan balita usia 2 tahunan. Hujan sepanjang hari benar-benar tidak membuat kami beranjak ke mana-mana. Seharian itu kami hanya di flat. Sangat disayangkan memang. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, Allah menjaga kesehatan kami dengan cara seperti ini. Hitung-hitung buat istirahat setelah kemarin gempor-gemporan keliling old town square. Hehehe.

Hari 5. Yang dikunjungi di hari ke lima di Prague adalah Dancing House. Berbeda dengan bangunan-bangunan klasik di old town, Dancing House justru menawarkan arsitektur futuristik, sangat dekonstruktif dengan bentuk tidak biasa. Bangunan ini mencerminkan wanita dan pria (Ginger Rogers dan Fred Astair) yang sedang menari bersama. Bangunan ini memiliki 99 panel beton dengan bentuk dan dimensi berbeda-beda. Unik sekali bukan!

Hari 6. Pagi-pagi sekali kami meninggalkan flat Maria menuju stasiun kereta utama di Prague. Karena membawa banyak barang (seperti biasa setiap akan berpindah kota dan negara, maka kami pasti membawa serta koper besar) maka kami ke stasiun dengan naik uber. Hari ini kami akan ke Slovakia. Jujur saja saya belum puas menikmati kota Prague yang memang super cantik ini. Saya berharap suatu hari nanti bisa kembali ke kota ini lagi. Dear beautiful Prague, call me again someday!

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s