Sabtu Pagi di Lokasi Syuting Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

19 Agustus 2017

Pantai Punaga

Rencana main ke pantai ini sebenarnya dadakan. Terlintas di antara obrolan santai saya bersama Aisda, salah seorang sahabat yang malam itu kedatangan temannya jauh-jauh dari Pontianak. Kamipun memilih pantai Punaga yang ada di Kabupaten Takalar sebagai tujuan, kampung halaman Aisda. Agar temannya itu bisa sekalian main-main ke rumahnya dan bertemu dengan bapaknya. Hitung-hitung kenalan sama calon mertua. Siapa tau jodoh kan? Eh..! Hihihihi. *lalu tiba-tiba di tabok Aisda* hahaha.

Saya dijemput di rumah pagi-pagi sekali. Anak-anak bahkan belum ada yang mandi. Karena kami akan ke pantai, ya sudah mandinya sekalian di sana saja. Main air sepuasnya hingga tangan keriput. Sarapanpun seadanya. Biskuit isi coklat sisa perjalanan kemarin yang dimakan ramai-ramai di mobil. Untuk makanan berat, kami membeli nasi kuning di jalan dan akan disantap saat tiba di pantai nanti. Ditemani angin sepoi pagi hari, rasanya pasti nikmat sekali.

Pagi itu jalan masih lengang di Makassar namun sangat padat memasuki perbatasan Gowa oleh pengendara motor. Jalur kami bahkan diembat juga. Beberapa titik jalan mengalami perbaikan dan kendaraan alat berat parkir di bahu jalan membuat arus lalu lintas sedikit tersendat. Begitu tiba di Takalar, perjalanan kembali lancar.

Oh iya, Takalar adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan berjarak sekitar 30 km dari kota Makassar dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam melalui jalur trans Sulawesi : poros Makassar – Bulukumba.

Cara menuju pantai Punaga

Pantai Punaga terletak di Desa Punaga, Kecamatan Mangara Bombang yang jaraknya 25 km dari Kota Takalar. Untuk mencapainya sangatlah mudah. Sekitar 5 km sebelum perbatasan Takalar-Jeneponto, berbeloklah ke arah kanan dan ikuti papan petunjuk menuju pantai Punaga yang terdapat di setiap persimpangan jalan. Lokasinya berada di antara pantai Tope Jawa dan PPLH Puntondo sehingga sangat cocok dijadikan sebagai day trip. Namun karena sejak awal tujuan kami memang hanya akan ke pantai Punaga, kamipun mencoret ke dua tempat tersebut. Sebab dijadwalkan si abang dari Pontianak ini harus tiba kembali di Makassar siang selepas dzuhur.

Ochy dan Aisda berjalan menyusuri bibir pantai
Ochy dan Aisda yang bermain kejar ombak

Pantai Punaga ini masih sangat alami. Pasirnya putih dan lautnya bersih. Beberapa tebing menjorok ke dalam menciptakan pemandangan yang epik sekali. Kata orang lokal sih, saat sedang surut pesona tebingnya tidak kalah dengan Tanah Lot milik Bali. Sayangnya, saat kami berkunjung ke sana, air laut sedang pasang, menenggelamkan sebagian tebing-tebing indah tersebut. Meski demikian, keindahan pantai Punaga sama sekali tidak berkurang.

Keindahan pantai Punaga ini juga menarik hati seorang sutradara untuk dijadikan sebagai salah satu lokasi syuting film tenggelamnya kapal van der wijck, film yang disadur dari novel Buya Hamka yang dibintangi oleh Pevita Pearch dan Herjunot Ali sebagai Hayati dan zainuddin. Film yang sempat booming di akhir tahun 2013 yang bercerita tentang perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta Hayati dan Zainuddin hingga berakhir kematian.

Saat matahari tenggelam, viewnya pasti akan lebih indah

Hal lain yang menjadi daya tarik pantai Punaga adalah tempatnya yang masih alami. Belum tergerus tangan-tangan nakal investor asing. Terbukti dengan tidak adanya sinyal dan belum adanya fasilitas yang memadai sebagai objek wisata. Hanya ada dua buah balai-balai sederhana dan rumah panggung kosong yang sepertinya telah lama ditinggal pemiliknya. Kami menempati salah satu balai-balai itu untuk beristirahat.

Rumah panggung di pantai Punaga

Akses masuk ke Pantai Punaga sebenarnya ada dua. Terlihat dari sisi kami, pintu masuk yang pertama sepertinya dikelola lebih baik. Ada villa dan jika saya menebak dengan benar juga ada kafenya. Saya kurang yakin apa ada tiket masuk atau tidak dari sana karena kami sendiri masuk melalui jalur gratis yang dikelola oleh keluarga Aisda.

Sejak tiba di pantai Punaga ini, Ochy terus saja bermain pasir dan air. Dia begitu menikmatinya hingga menolak diinterupsi untuk makan nasi kuning yang kami beli di jalan tadi. Bajunya bahkan telah basah karena mengejar ombak hingga terjatuh bersama Aisda dan temannya. Saya yang melihat dari jauh hanya senyum-senyum saja. Ochy ini memang sangat dekat dengan Aisda. Sejak Ochy masih kecil, Aisdalah satu-satunya sahabatku yang meluangkan banyak waktunya menemaniku. Padahal dia sendiri juga sibuk bekerja dari senin-sabtu. Dia sudah seperti saudara sendiri bagiku. Kami berbagi suka dan duka bersama. Meski agak lucu juga sih jika mengingat kami akrabnya justru setelah tamat kuliah. Padahal dulu sama-sama satu fakuktas, satu jurusan pula. Apa mungkin karena dulu beda resonansi kali ya? Saya aktif berorganisasi sedangkan dia termasuk anak bureng yang murni hanya kampus-rumah-kampus.

Hal yang paling mencolok dari pantai Punaga ini adalah tebing yang menjorok ke laut dengan pohon raksasa yang berdiri kokoh di atasnya. Saya tidak tahu ini pohon apa, tapi jelas dari batangnya pohon ini usianya sangat tua. Dari sini, pemandangannya sangat eksotik. Tapi kamera saya terlanjur lobet sehingga tidak banyak foto yang bisa dibekukan dengan lensa kamera.

Tebing di Pantai Punaga

Overall, saya sendiri sangat menikmati tempat ini. Apalagi sepi pengunjung sehingga lebih terasa sensasi pantainya. Baby Yui juga sepertinya betah di sini. Tapi kami harus cepat-cepat pulang supaya bisa tiba di Makassar siang nanti.

Berikut beberapa tips bagi kalian yang akan berkunjung ke sini :

  1. Bawalah tikar lipat. Sebagai alas duduk yang bisa dipakai di balai-balai ataupun ngempar langsung di pasir.
  2. Bawalah tissue kering dan basah. Belum ada fasilitas toilet yang memadai di tempat ini. Bahkan untuk sekedar cuci tangan.
  3. Pastikan kamera full charge agar tidak kehilangan momen foto.

Well, ini cerita akhir pekan kami. Bagaimana dengan kalian? Happy weekend yaa, happy family 😊😁.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s