A Day in Bantimurung National Park

18 Agustus 2017

Jum’at ini adalah hari perdana saya mengajak Ochy kembali ke alam setelah hampir tiga bulan tidak pernah bersentuhan agenda rutin ini karena terlalu sibuk sebagai ibu yang baru melahirkan.

Bantimurung

Saya memilih Bantimurung sebagai destinasi karena jaraknya yang cukup dekat dari Kota Makassar. Lagipula, saya sendiri terakhir kali ke tempat ini sekitar lima tahun yang lalu ketika saya masih gadis. Sehingga cukup penasaran dengan kondisi Bantimurung hari ini yang katanya mengalami banyak metamorfosis. Tentunya akan menjadi pengalaman menarik karena ini adalah perjalanan perdana Baby Yui sekaligus menjadi perjalanan perdana saya bersama baby dan todler bepergian ke alam terbuka seperti ini.

Cara menuju Taman Nasional Bantimurung

Bantimurung terletak di Kabupaten Maros, sekitar 50 km dari Kota Makassar atau 20 km dari Bandara Sultan Hasanuddin dan dapat di tempuh dengan kendaraan umum dan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Lama perjalanan diperkirakan 1-2 jam tergantung kecepatan mengemudi dan arus lalu lintas.

Sangatlah mudah mencapai Bantimurung ini. Berikut beberapa pilihan transportasi dan kelebihan serta kekurangan masing-masing.

  • Kendaraan umum : naiklah pete-pete (sebutan angkot lokal di Makassar) tujuan terminal Daya seharga Rp 5.000. Lalu lanjutkan perjalanan dengan angkot tujuan Maros/Pangkep seharga Rp 15.000 dan turun di pasar maros. Di pasar inilah banyak angkot tujuan Bantimurung yang ngetem. Biaya angkot dari sini hanya Rp 5.000 saja. Kelebihan naik angkot adalah biayanya yang relatif murah namun harus siap dengan waktu yang lebih lama karena biasanya pete-pete akan berangkat jika sudah terisi penuh penumpang.
  • Roda dua : rutenya sama. Di depan pasar maros (tempat pete-pete ngetem), berbeloklah ke arah kanan dan ikuti jalan itu hingga tiba di gerbang masuk kawasan Taman Nasional Bantimurung yang ditandai dengan pigura kupu-kupu yang besar serta patung monyet raksasa. Kelebihan roda dua ini kita bisa berhenti di mana saja dan kapan saja untuk mengambil foto karena sepanjang jalan ke Bantimurung sangat indah dengan paduan sawah dan bentangan pegununungan karst. Kekurangannya, panas saat terik dan basah kalau hujan. Kalau hal itu tidak menjadi masalah, maka naik roda dua adalah pilihan yang tepat. Apalagi harga sewa motor di Makassar sangat terjangkau yaitu Rp 75.000/24 jam
  • Mobil pribadi : rutenya sama persis karena memang melalui jalan yang sama. Kelebihannya jika berangkat ramai-ramai tentu akan lebih hemat karena bisa sharing biaya rental mobil. Selain itu bisa singgah jika ingin berfoto-foto dengan pemandnagan sepanjang jalan dan pastinya bebas panas dan hujan. Kekurangannya kalau jalan macet ya maaf, gak bisa nyelap-nyelip selincah roda dua.

Wisata apa yang bisa dinikmati di Kawasan Taman Nasional Bantimurung?

Di kawasan Taman Nasional Bantimurung ini ada banyak wisata yang bisa dinikmati selain wisata utama air terjun yaitu pegunungan karst, gua-gua prasejarah, danau, waterpark, dan yang terbaru penangkaran kupu-kupu dengan Helena Sky Bridge, jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan ketinggian 100 mdpl. Meniti jembatan ini penuh sensasi karena kita akan dikelilingi dengan aneka warna kupu-kupu yang cantik.

Batu karst Bantimurung
Helena Sky Bridge Bantimurung. Source : @hajraali05
Air terjun Bantimurung

Pagi itu, sekitar pukul 10 kamipun berangkat. Membelah jalan poros Makassar-Maros yang sepi dari pengendara. Alhamdulillah, awal yang baik. Mengingat jalan ini salah satu jalan terpadat menjelang akhir pekan begini.

Cuaca hari ini sangat bersahabat. Cerah namun tidak terasa terik. Anak-anak juga alhamdulillah sangat bersahabat. Anteng selama perjalanan. Terutama baby Yui yang lebih banyak tidur.

Patung monyet raksasa menyambut di gerbang masuk wisata. Tidak ada yang berubah. Patung ini masih patung yang sama terakhir kali saya ke Bantimurung. Dari sini, jika berbelok ke kiri maka akan tiba di wisata penangkaran kupu-kupu dengan Helena Sky Bridgenya yang keren itu. Namun jika kita memilih lurus setelah patung monyet tersebut maka aka tiba di sebuah loket masuk berbayar seharga Rp 25.000/orang dewasa dan setengah harga untuk anak usia 4 -13 tahun serta gratis bagi bayi dan anak di bawah 4 tahun. Untuk bule sendiri, harga karcisnya berkali lipat yaitu Rp 225.000/orang (Agustus 2017). Biaya ini adalah tiket masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung untuk menikmati air terjun dan berbagai wahana seperti gua mimpi, kolam renang, waterpark, danau dan lain-lain.

Kolam renang Bantimurung
Bantimurung

Bagi yang ingin berpiknik ria pun sangat bisa karena juga tersedia tikar sewaan maupun saung serta tempat pembakaran ikan.

Deretan Saung di Bantimurung

Berada di dalam kawasan ini memang menyenangkan hingga bisa lupa waktu. Loket masuk sendiri tutup pada pukul 5 sore. Tapi tidak usah khawatir jika lupa waktu hingga kemalaman karena di sinipun sudah disediakan berbagai jenis penginapan seperti hotel dan villa dengan room rate mulai dari Rp 300.000

Hotel Bantimurung
Musholla Bantimurung
Air terjun Bantimurung

Sangat lengkap bukan di Bantimurung ini? Jadi kapan kamu mau jalan-jalan ke sini? 😁😁😁

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s