Rencanakan Keuangan Yuk!

Tidak bisa dipungkiri bahwa traveling itu pasti butuh biaya. Bahkan biaya yang tidak sedikit jika bepergian bersama keluarga, pun pada destinasi yang kita tuju. Biaya perjalanan domestik dan internasional jelas beda jauh. Begitupun rute Asia tentu akan berbeda dengan Eropa. 

Kami menyadari betul bahwa biaya sangat mempengaruhi kualitas traveling. Karenanya sebisa mungkin perencanaan keuangan kami dimatangkan. Bukan semata-mata demi kelancaran agenda traveling sih. Tapi lebih kepada keseimbangan cashflow agar tidak lebih besar pasak daripada tiang. Dan yang lebih penting lagi agar kami mampu ‘membeli’ impian-impian kami.

Bagi kami, perencanaan keuangan itu sangat penting. Teramat penting malah! Sebab sebesar atau sekecil apapun penghasilan kita, jika berantakan dalam penggunaannya pasti akan habis juga. Syukur-syukur jika tidak sampai minus.

Sebelum menikah saya selalu berusaha mengatur penghasilan. Meskipun penerapannya agak sulit terutama di saat saya bekerja di daerah terpencil Kutai Kartanegara yang gajinya sering tidak jelas kapan dibayarkan. Kadang tiap bulan, kadang tiga bulan sekali, pernah malah di rapel hingga setengah tahun! Masalah klasik bagi mereka yang memilih mengabdi. Kesejahterannya sering tidak dipedulikan oleh pemerintah. 

Alhamdulillahnya sih sebagian kebutuhan harian seperti makan selalu bisa terpenuhi. Saya dan beserta dokter PTT yang tinggal seatap di rumah dinas memanfaatkan lahan belakang untuk menanam cabai, tomat dan beberapa sayuran. Lebih seringnya juga ditraktir sama teman dokter sih. Meskipun mereka sendiri pembayaran gajinya sama tidak jelasnya, tapi paling tidak mampu bertahan dengan hasil pemeriksaan pasien yang dilakukan di rumah. 

Nah kesulitan dalam mengatur penghasilan untuk kondisi seperti itu adalah menahan hasrat untuk tidak ‘bersenang-senang’ saat menerima rapelan gaji yang jumlahnya lumayan banget bagi wanita single. Soalnya maunya kabur ke kota, mencari hiburan dengan alasan sebagai bayaran atas kesabaran menahan diri di daerah serba terbatas. Jadilah makan di restoran, main ke mall, belanja rupa-rupa bahkan mungkin untuk hal yang sebenarnya belum terlalu diperlukan. Akhirnya apa? Dompet kembali menipis. Huhuhu.

Hal yang sama juga saya rasakan ketika bekerja di yayasan kesehatan. Agak repot mengurus keuangan pribadi yang masuknya tidak teratur karena dibayarkan per project. Enaknya kerja di proyek karena biasanya ada bonus tambahan yang jumlahnya berkali-kali lipat setiap akhir proyek yang kita lakukan. Pusingnya, kita jadi bingung sendiri bagaimana mengaturnya. Yang ada biasanya kita kalap karena seperti mendapat durian runtuh. Pengennya belanja apapun, jalan-jalan kemanapun sebagai kompensasi atas lelah diri bekerja. Ujung-ujungnya, duitnya habis gak bersisa. Hahaha

Saat bekerja di salah satu kantor BUMN, saya mulai terbiasa dengan pengaturan keuangan yang lebih baik. Setidaknya saya bisa menabung. Metode yang saya gunakan pun sangat sederhana. Saya sengaja membuka lima rekening berbeda yang saya bagi sebagai berikut :

  1. Necessity account (rekening khusus pengeluaran pribadi dan biaya hidup) 
  2. Saving and investmen account (rekening khusus tabungan dan investasi)
  3. Education account (rekening khusus pendidikan dan pelatihan)
  4. Social and giving account (rekening khusus sosial)
  5. Play account (rekening khusus hiburan)
Hanya ilustrasi

Necessity Account

Adalah rekening yang saya khususkan untuk kebutuhan biaya hidup dan keperluan sehari-hari, termasuk di dalamnya untuk membayar tagihan (jika ada). Rekening ini menyedot sebagian besar penghasilan yang saya punya per bulannya.

Untuk keperluan makan, transportasi, kosmetik, personal hygine, pakaian, dan semua belanja kebutuhan dasar, saya mengambil biayanya dari rekening ini. Termasuk untuk diberikan ke orang tua. Yaa meskipun orang tua kita tidak pernah meminta sepersen pun, tapi bagi saya adalah kewajiban untuk memberikan sebagian penghasilanku untuk mereka. Saya sadar, jumlahnya tidak seberapa tapi insyaAllah orang tua kita bahagia menerimanya. Nah karena ini merupakan kebutuhan terbesar, maka saya menyisihkan 55% dari penghasilanku untuk memenuhinya.

Saving and Investment Account

Masalah terbesar kebanyakan orang adalah susah menabung. Dan sayapun dulunya termasuk kaum itu. Pokoknya kalaupun bisa nabung, selalu gak bisa konsisten. Bulan ini nabung, bulan depannya eh gak ada yang bisa ditabung. habis gajian, habis juga tuh uang. Kadang malah belum habis bulan, gajinya sudah ludes duluan. Hahahaha. Syukurnya saya segera bertaubat dan mengaplikasikan ilmu money jar yang saya dapatkan dari training finansial yang pernah saya ikuti.

Nah kesalahan saya saat itu karena untuk tabungan dan investasi selalu saya jadikan urutan terakhir. Kalau ada sisa gaji, ya ditabung. Kenyataannya tak pernah ada sisa untuk ditabung. Seberapapun penghasilan saya. Heran juga sih! dapat segini eh habis juga. Dapat lebih besar, tetap aja habis juga. Wkwkwkw

Jadi, sebelum penghasilan kita diubek-ubek, sebaiknya langsung menyisihkan untuk tabungan dan investasi. Karena percaya deh, kalau mau nabung sebagai sisa uang yang kita punya, tidak akan jadi nabung-nabungnya! Ada aja alasan buat dibelanjakan.

Jumlah tabungan ini juga sebaiknya konsisten (kalau bisa) dan masuk akal ya. Jangan masuk perasaan saja! Misalnya nih, pengennya nabung besar-besar sekian juta tapi lupa diri kalau kebutuhan lainnya banyak yang harus dipenuhi. Ujung-ujungnya kalau sudah kepepet, tetap aja bakal membobol rekening ini. Iyya gak?! Karena itu menabung dan investasinya gak harus dalam jumlah yang besar. Gak papa sedikit-sedikit asalkan istiqomah insyaAllah lebih kelihatan hasilnya. Saya sendiri hanya menyisihkan 10% penghasilan untuk rekening ini. Hasil tabungannya bisa dipakai untuk ‘membeli’ impian-impian kita.

Education Account

Diri kita adalah aset yang paling berharga. Agar tetap tumbuh dan berkembang (ke arah yang positif pastinya) tentu dibutuhkan usaha. Salah satu usahanya melalui pendidikan. Pendidikan yang saya maksud di sini tidak harus formal berjenjang seperti lanjut s2 setelah s1 dan lanjut s3 setelah s2. Bukan… bukan! Pendidikan yang saya maksud adalah semua cara yang bisa membuat wawasan kita lebih bertambah dan kepribadian kita bertumbuh. Misalnya membeli dan membaca buku, mengikuti pelatihan/training, mengikuti seminar, menonton DVD motivasi, skill, dll. Nah sisihkanlah penghasilan kita untuk hal-hal tersebut. Gak perlu banyak-banyak. Sesuaikan saja dengan kondisi kita. Saya sendiri menyisihkan 10% penghasilanku untuk memenuhi kebutuhan ini.

Social and Giving Account

Karena kita adalah makhluk sosial, tentu tak lepas dari hubungan bertetangga, teman, kerabat, dan lain-lain. Rekening ini saya khususkan untuk kebutuhan sosial seperti hajatan nikah, aqiqah, acara syukuran, menjenguk yang sakit, melayat, dan semua yang berhubungan dengan kehidupan sosial termasuk sumbangan-sumbangan untuk komunitas ataupun yayasan tertentu.

Meskipun tidak besar, tapi jika kebetulan bersamaan semua waktunya (kebetulan ada yang nikah, aqiqah, sakit, dll di hari yang sama) bisa jadi jumlahnya banyak juga kan. Nah karena sudah punya rekening ini, kita tidak perlu pusing-pusing untuk menjebol post biaya hidup. Saya sendiri menyisihkan 5% penghasilanku untuk disimpan di rekening ini secara rutin tiap gajian.

Play Account

Saya sadar diri sebagai makhluk pecinta traveling. Ngebolang ke sana kemari meski harus backpackeran untuk penghematan biaya demi destinasi impian saya. Karena itu saya sengaja membuka rekening ini khusus untuk memenuhi travel addict saya.

Play account ini sebenarnya memuat semua keperluan hiburan kita. Misalnya yang suka hang out di mall, nonton di cinema, karaokean, perawatan di salon and everything your heart desire deh. Jujur saja diantara semua rekening yang saya punya, ini adalah rekening favoritku. Meski demikian, saya merasa cukup dengan menyisihkan 10% penghasilan saja untuk rekening ini.

Setelah menikah konsep money jar ini saya leburkan dengan konsep habiskan saja uangmu yang diaplikasikan suami selama ini dalam mengatur keuangannya. Setelah resign dan sepenuhnya ikut dengan suami, konsep ini tetap kami pertahankan untuk menggerakkan roda perekonomian keluarga kecil kami.

Ya, syukurnya saya menikah dengan lulusan Ekonomi yang melek finansial. Syukurnya lagi kami berdua sangat interest dengan hal-hal seperti ini sehingga tidak sulit bagi kami untuk mendiskusikan apa yang sebaiknya kami adopsi dari kedua metode financial planning tersebut yang sekiranya sesuai dengan kondisi kami.

Pada intinya sih kedua metode pengelolaan finansial itu sama saja yaitu membantu mengatur cashflow kita sedemikian rupa agar tetap seimbang. Adapun kelebihan yang dimiliki habiskan saja uangmu karena metode ini lebih terperinci per item, sangat detil hingga ke hal-hal kecil dan mengedepankan sisi spiritual. 

Pada konsep habiskan saja uangmu secara sederhana hanya mengurangi saja jumlah pemasukan dengan pengeluaran dan hasilnya harus SELALU NOL. Namun di tiap jumlah pemasukan maupun pengeluaran benar-benar dirincikan secara lugas. Jumlah pemasukan bisa meliputi gaji suami/istri, sumber lain (misalnya hasil investasi, hasil dagang, dll). Semuanya di total hingga ditemukan berapa jumlah uang dari semua pemasukan tersebut. Selanjutnya, sebelum jumlah uang itu di postkan ke hal lain, terlebih dahulu dikurangi dengan zakat dan sedekah. Barulah ditemukan jumlah penghasilan bersih. Mengapa harus dikurangi dengan zakat dan sedekah? Karena di dalam harta kita, ada hak orang lain. Zakat juga sekaligus untuk mensucikan harta dan sedekah insyaAllah menjadi jalan kecukupan bagi kita. Sebab sedekah itu tidak akan membuat kita miskin, malah lebih sejahtera melalui kesehatan yang baik, kehidupan rumah tangga yang baik dan perluasan rezeki yang baik.

Pemasukan bersih telah diperoleh. Selanjutnya apa? Langkah berikutnya adalah total rincian pengeluaran yang dibagi ke dalam pengeluaran wajib, pengeluaran rutin, pengeluaran investasi dan pengeluaran hiburan. 

Pengeluaran wajib harus diurutkan terlebih dahulu sebab namanya juga wajib artinya harus dibayarkan. Biaya ini meliputi semua biaya yang mesti kita bayar termasuk utang. Misalnya biaya kontrakan rumah, cicilan rumah, cicilan kendaraan, tagihan PAM, biaya bpjs kesehatan dan lain-lain. 

Pengeluaran investasi adalah biaya yang kita keluarkan untuk menyimpan uang dalam bentuk investasi. Pengeluaran ini secara otomatis akan menggiring kebiasaan menabung kita.

Pengeluaran rutin maksudnya biaya yang sering kita keluarkan untuk kebutuhan rutin seperti belanja bulanan keperluan rumah tangga, pulsa handphone, langganan tv, internet, dll. Pengeluaran ini diposisikan pada urutan ke tiga karena pada dasarnya ini adalah pengeluaran yang besarannya bisa kita kontrol sendiri. Beda dengan pengeluaran wajib yang jumlahnya telah ditetapkan dimana setiap jatuh tempo memang harus dibayarkan, punya uang atau tidak!. Sementara pengeluaran investasi menduduki urutan kedua agar kita terbiasa menyisihkan uang untuk disimpan, baik dalam bentuk tabungan konvensional maupun investasi modern seperti reksa dana.

Lalu yang terakhir adalah rincian pengeluaran hiburan. Ini juga perlu sebab kita hidup bukan hanya untuk bekerja. Perlu keseimbangan dengan kesenangan batin. Kesenangan batin ini biasanya mencakup hal-hal yang kita senangi seperti menyalurkan hobby, rekreasi, dll.

Berikut salah satu contoh metode habiskan saja uangmu. Silakan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.

Habiskan saja uangmu

Semoga tulisan ini membantu yaa. Jika saat ini belum bisa menabung, tidak perlu khawatir karena kamu tidak sendirian kok. Sayapun dulunya seperti itu. Hahaha. Yuk segera bertaubat, mumpung hari ini gajian πŸ˜€

Advertisements

6 thoughts on “Rencanakan Keuangan Yuk!

  1. I love youuu kak arni !!!! Keren tulisannya, 5 rekening lo. Aku udah nerapin tapi baru 2 rekening hehehehe ❀️❀️❀️

    Like

  2. Thanks kk arni cantik buat tlsannya 😘
    Smga aku bisa sgra bertaubat 😁
    Aku udah buka 3 rek kk tp yaah msih aja gak bisa nahan godaan awl bulaaan huufthh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s