Umroh Saat Hamil 7 Bulan dan Membawa Anak 2 Tahun (Part 1)

Ketika saya memasukkan keyword umroh saat hamil di pencarian google atau kata kunci umroh with baby, jujur tidak banyak artikel yang membantu. Mungkin karena tidak sesuai dengan kondisi saya sebab informasinya rata-rata umroh saat hamil di bawah 7 bulan, mentoknya 6 bulan. Adapun tentang usia kandungan yang sudah masuk ke semester tiga, artikel-artikel yang ada tidak menganjurkan untuk melakukan ibadah umroh mengingat dibutuhkan kekuatan fisik untuk melakukan rukun-rukun umroh terutama saat tawaf dan sai yang harus berkeliling selama tujuh putaran pun susah dapat izin terbang perjalanan jarak jauh. Galaulah hati ini. Bagaimana jika saya batal berangkat (lagi)?

Saya tidak lantas berhenti berusaha. Pencarian informasi terus saya lakukan termasuk tanya-tanya ke teman, kerabat maupun sesama blogger di medsos. Do’apun tak putus-putus dipanjatkan. Hasrat ke Baitullah sudah sedemikian besar membuat saya mencoba segala kemungkinan yang ada.

Hal pertama yang perlu saya lakukan adalah mengecek kondisi kesehatan saya dan calon baby terlebih dahulu sekaligus meminta surat layak terbang dari dokter kandungan yang menangani saya selama kehamilan kedua ini di RS. Siloam Makassar. Setelah di periksa oleh dokter, kondisi saya dinyatakan baik dan sehat tapi ada sedikit masalah dengan calon baby karena posisinya sedang sungsang. Menurutnya, melakukan penerbangan jauh apalagi untuk ibadah umroh cukup berisiko. Namun diakhir kalimatnya beliau meneguhkan pendirianku untuk tetap berangkat karena ini adalah ibadah. Setiap tujuan kebaikan insyaAllah akan diberi kekuatan oleh Tuhan, begitu nasihat beliau sambil membekali saya beberapa vitamin dan penambah darah.

Bagi ibu hamil, memang tidak sebebas yang lainnya untuk melakukan perjalanan udara. Berdasarkan peraturan internasional, penerbangan bagi ibu hamil setidaknya dengan usia kandungan 12 week – 32 week atau dari 3 bulan – 8 bulan. Saat itu usia kehamilanku masih 30 week sehingga memenuhi syarat penerbangan. Surat izin terbang pun diterbitkan. Alhamdulillah one step closer!

Hal lain yang paling diwanti-wanti sebagai syarat melakukan perjalanan umroh adalah kartu kuning yang dikeluarkan oleh Depkes sebagai bukti telah menjalani vaksin meningitis. Kartu ini bisa didapatkan di kantor kesehatan bandara maupun pelabuhan. Satu ampul vaksin ditebus dengan harga Rp 350.000/orang. Bagi ibu hamil TIDAK BOLEH melakukan suntik meningitis karena membahayakan kesehatan ibu dan janin. Syukurnya saya telah jauh-jauh hari mendapatkan vaksin meningitis yaitu sebelum saya hamil, sehingga kartu kuning sebagai syarat perjalanan umroh telah saya kantongi. Oh iya, vaksin ini masa berlakunya hingga 2 tahun. Jadi kalau sudah ada niat untuk umroh, sebaiknya segera vaksin khususnya bagi muslimah sebelum keburu hamil nanti. Hehehe.

Surat izin terbang dan kartu kuning sudah digenggam, selanjutnya persiapan untuk berangkat. Karena saya membawa anak 2 tahun yang super aktif, maka kondisi kesehatan anak juga diperiksa terlebih dahulu. Alhamdulillah Ochy dinyatakan sehat dan juga layak terbang.

Tentang umroh membawa anak ini sebenarnya keluarga besar menyarankan agar Ochy dititip saja karena kondisi saya yang sedang hamil besar yang tentu sangat mudah kelelahan. Apalagi Ochy termasuk tipikal anak super aktif yang menguras banyak energi untuk menjaganya. Tapi keputusan saya dan suami sudah bulat untuk tetap membawa Ochy kemanapun kami pergi. Saya tidak ingin disiksa rasa rindu yang ujung-ujungnya membuat ibadahku tidak berjalan lancar karena kepikiran terus dengan anak di rumah.

Bismillah… kamipun mantap melangkah. Kami percaya, perjalanan bersama anak insyaAllah selalu membawa berkah.

Labbaik allahumma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik. Innalhamda. Wanni’mata. Laka walmulk laa syarika laak.

Ya Allah… kami datang memenuhi panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Kami memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kekuasaan adalah milikMu. Tiada sekutu bagiMu.

Tulisan ini saya buat sebagai referensi bahwa ibu hamil dengan usia kandungan 7 bulan boleh melakukan perjalanan umroh selama memenuhi syarat-syarat yang telah ditetepkan. Semoga bermanfaat ya!

11 comments

  1. Bismillah
    Saya dan suami berencana umroh dlm waktu dekat. Saat ini kandungan saya masuk usia 4 bulan. Semoga Allah mudahkan niat suci kami u brangkat. Mohon doanya ya mba..

    Untuk suntik meningitis… Alhamdulillah masih berlaku smp 2020.

    Selain surat rekomendasi dr dokter kandungan dan buku kuning. Apalagi yg harus saya persiapkan mba ? Terkait kehamilan ..

    Jazakillah khoiron katsiton mba

    Like

    • Halo mbak Ayu. Terimakasih ya sudah mampir di sini πŸ™‚

      Menurut saya, yg paling penting diperhatikan adalah cuaca atau musim di tanah suci saat kebernagkatan krn ini akan sangat mempengaruhi barang bawaan kita. Misalnya pakaian, disesuaikan dgn musim. Kalau lg musim panas sebaiknya bawa baju yg quick dry atau airism biar gak gerah. Sebaliknya klo lg musim dingin bawalah baju2 yg hangat.

      Yg penting untuk dibawa juga menurut sy adalah :
      1. Lipbalm (baik musim panas maupun dingin sangat bermanfaat untuk mencegah bibir kering bahkan berdarah krn cuaca ekstrim)
      2. Minyak angin. Ini sesuai selera saja ya mbak. Bisa bawa minyak kayu putih/minyak telon/aromatherapy. Sy sendiri karena gak suka bau minyak kayu putih jd bawanya minyak telon dan aromatherapy saja.
      3. Bawa sunblock (jika berangkat saat musim panas)
      4. Bawa body butter yg kandungan moisturizenya tinggi (baik di musim panas ataupun dingin) untuk menghindari kulit kering/bersisik krn cuaca ekstrim
      5. Bawa vitamin kehamilannya (sy bawa folamil genio dan tablet kalsium)
      6. Bawa tumbler. Better yg bisa dilipat saat kosong. Ini bisa diisi air zam2 di masjidil haram/nabawi. Prepare untuk menghindari dehidrasi.
      7. Banyak berdo’a.

      MasyaAllah… Jd kangen ke tanah suci lagi. Semoga membantu ya mbak tips2nya. Semoga dilancarkan juga ibadahnya ya mbak. Sehat ibu dan cadebay πŸ€—

      Like

  2. Waah.. blog nya pasti sangat bermanfaat, mba.. termasuk saya yg sedang hamil dan ingin umroh di usia kehamilan 7 bulan. Tp sepertinya pupus karena saya blm pernah suntik meningitis.. β˜ΊοΈπŸ˜„

    Like

  3. Mba aku insyallah berencana berangkat umroh tp blom sempat suntik meninghitis …jd ga buku kuning…sedangkan syarat keluar negri. Disana kan memerlukan buku kuning…sdngkan wanita hamil tdk bisa vaksin..😣..mohon info nya mbaa

    Liked by 1 person

    • Halo mbak Mell. Terimakasih ya sudah mampir di sini. Vaksin meningitis memang diwajibkan oleh pemerintah ketika akan melaksanakan ibadah umroh. Ada beberapa oknum sih yang melakukan vaksin kepada keluarganya yg lain tapi di kartu kuning mengatas namakan dirinya untuk memenuhi persyaratan berkas tersebut. Tapi saya pribadi TIDAK menyarankan untuk melakukan hal itu. Mengingat umroh adalah perjalanan ibadah, maka segala sesuatunya sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar. Mungkin ada baiknya kalau mbak Mell melakukan umrahnya setelah melahirkan, sehingga bisa melakukan vaksin meningitis. Semangaaatt ya mbak 😊😊

      Like

  4. Mba aku insyallah berencana berangkat umroh tp blom sempat suntik meninghitis …jd ga buku kuning…sedangkan syarat keluar negri. Disana kan memerlukan buku kuning…sdngkan wanita hamil tdk bisa vaksin..😣..mohon info nya mbaa

    Like

  5. Saya mau tanya Mbak, anaknya saat itu vaksin meningitis jg kah? Dan klo memang tidak vaksin, harus pake Surat keterangan kah? Surat ini harus berbahasa inggris atau gimana ya? Maklum baru pertama kalinya dan bawa anak juga. Hihi.. Insya Allah saya beserta anak2 akan umroh namun anak kedua kami tidak vaksin krn usianya dibawah 2 tahun, dan dokter hanya mengeluarkan Surat keterangan sehat berbahasa indonesia.

    Liked by 1 person

    • Halo mbak Mika. Maaf baru balas.

      Untuk anak di bawah usia 2 thn, tdk disarankan vaksin meningitis mbak. Sebagai gantinya bisa memperlihatkan buku vaksin anak yang sudah ada Hib. Adapun surat keterangan sehat dari dokter, dulunya saya juga meminta surat seperti itu dan sama rumah sakitnya sudah ditranslatekan ke bahasa inggris. Tapi berdasarkan pengalaman kami, surat keterangan sehat tsb sama sekali tidak digunakan baik saat boarding dari Indonesia maupun saat tiba di tanah suci.

      Semoga membantu ya mbak dan semoga ibadah dan perjalanannya dilancarkan. Amiin 😊😊

      Like

    • Halo mbak Pink. Salam kenal πŸ˜€

      Iya mbak, alhamdulillah saat tawaf lancar banget. Gak terasa berdesak-desakan padahal saat itu hari jum’at, sedang puncak2nya jamaah umroh. Tapi Allah ngasih kemudahan, bagian perut berasa disediakan spase sendiri

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s