Umrah Backpacker Atau Umrah Reguler?

Tanggal 7-15 Maret 2017 yang lalu akhirnya kami berangkat juga menuju tanah suci. Destinasi yang telah lama kami nanti-nantikan sebagaimana ummat muslim lainnya. Ini adalah perjalanan perdana kami menggunakan jasa travel agent dengan harapan tidak terlalu direpotkan urusan itinerary dan booking-bookingan seperti perjalanan kami sebelum-sebelumnya sehingga bisa lebih fokus beribadah selama di tanah haram : Madinah Almunawarrah dan Mekah Al mukaramah. 

Sebenarnya kami sempat melirik umrah backpacker tapi setelah dikalkulasi biayanya ternyata ikut paket tour travel agent ini justru lebih murah dan mudah. Sebagai gambaran, umrah backpacker setidaknya 15-17 juta dengan catatan harus beli tiket sendiri dan biasanya tiket termurah dimulai dari Kuala Lumpur yang berarti harus beli tiket lagi dari kota asal ke Kuala Lumpur. Belum jika harus menginap dan biaya hidup selama transit di KL. Ada juga sih yang start dari Jakarta tapi tetap saja bagi yang tinggal diluar Jakarta harus membeli tiket pesawat lagi. Kita juga masih harus direpotkan dengan koper dan barang bawaan. Rasanya cukup repot bagi kami yang membawa anak 2 tahun dan saya sendiri dalam keadaan hamil 7 bulan 1 minggu. Sedangkan paket dari travel Abu Tours hanya 14 juta saja untuk 2 seat (Bapak dan suami) sedangkan 2 seat lainnya (saya dan Ochy) kebagian paket 16 juta tanpa harus dipusingkan tetek bengek urusan perjalanan. Pokoknya tinggal bawa diri saja. Pembayarannyapun dipermudah. Cukup DP 5,5 juta/orang dan sisanya bisa dicicil tiap bulan atau terserah kapan pas ada uang yang penting harus lunas sebelum keberangkatan. Alhamdulillah akhirnya ketemu agen travel yang pas banget buat kami. Mungkin jawaban atas kekecawaan kami pada travel-travel umrah sebelumnya tempat kami mendaftar dulu.

Harga paketnya sedikit tidak masuk akal sih untuk kelas travel agent karena biasanya dari travel lain mematok harga minimal 20 juta/orang karena itu saya sudah menyiapkan mental tau diri karena saya sangat meyakini konsep “ada mutu ada harga”. Makanya saya tidak muluk-muluk melambungkan ekspektasi terlalu tinggi menerima pelayanan wah. Meskipun dalam kenyataannya alhamdulillah land arrangement Abu Tours sangat memuaskan selama di tanah suci. Hotel, bus, makan, city tour dan tour guidenya Ok punya. Hanya tour leadernya saja yang sepertinya masih kurang pengalaman. Nah dengan memakai jasa travel agent, otomatis saya juga harus siap dengan planning mereka termasuk harus antri lama di beberapa tempat seperti imigrasi, toilet, tempat wudhu, dll mengingat jumlah jamaahnya yang berangkat mencapai 431 orang saat itu.

Di bandara Sultan Hasanuddin sebelum berangkat memakai seragam dari Abu Tours. Ka-Ki : suami, Ochy, saya, tante sahabatku yang dititipkan ke kami karena dia batal berangkat dan bapak di ujung kiri.

Tentunya, umrah backpacker menawarkan pengalaman berbeda dari umrah reguler. Jadi mau backpackeran ataupun ikut travel agent kembali lagi ke pribadi masing-masing. Kalau saya sih tetap memilih yang budgetnya lebih murah. Dasar emak-emak! Harga tetap pertimbangan nomor wahid. Hahaha.

Kami terbang dengan maskapai Garuda Indonesia dari Makassar langsung menuju Jeddah yang ditempuh selama 11 jam. Jujur saja, saya sedikit kecewa saat menaiki burung besi 2 lantai itu dengan kapasitas lebih dari 400 jamaah. Pasalnya pramugara maupun pramugarinya sudah sepuh-sepuh pun rada jutek selama menemani kami di perjalanan. Belum lagi pesawatnya tidak dilengkapi dengan monitor lcd padahal ini termasuk long haul. Kebayang kan betapa betenya tanpa entertainment melalui waktu belasan jam di pesawat. Syukurnya Ochy sangat bersahabat selama perjalanan panjang itu. Tidak rewel sama sekali. Justru sangat menikmatinya. Dia lebih banyak tidur dan hanya sesekali melintasi lorong-lorong kabin. Kehadirannya di pesawat malahan menjadi penghibur bagi penumpang lainnya. Tak sedikit yang mencubit pipinya dan yang mencium keningnya karena tidak berhenti berceloteh jika sedang tidak tidur. Kata mereka, Ochy sangat menggemaskan.

Suasana di dalam pesawat. Gak ada LCD padahal ini penerbangan long haul. Heran juga, Makassar-Timika saja yang kurang dari 3 jam malah dilengkapi dengan LCD.
Makanan di GA seperti biasa. Kalo siang begini menunya nasi ikan atau nasi daging. Saya selalu pilih yang nasi daging. Tuh saking sukanya sampai habis bersih. Hehehe. Nasi di sebelahnya punya Ochy sebagai perbandingan yang utuh dan yang sudah ludes.
Kalau bosan duduk, Ochy keliling lorong cabin pesawat

Begitu tiba di Jeddah, kami langsung dijemput dengan bus yang akan membawa kami ke kota Madinah. Bus ini sudah dilengkapi dengan tour guide yang menjelaskan banyak hal tentang Jeddah dan Madinah yang ditempuh selama 6 jam. Selama perjalanan perut kami tidak keroncongan karena urusan makan sangat mereka perhatikan. Menunya pun Indonesia banget.

Bandara King Abdul Aziz Jeddah khusus jamaah umroh dan haji.

Di Madinah hotel kami terbilang dekat dari masjid Nabawi. Cukup berjalan kaki menuju pintu masjid no.15. Satu kamar diisi berempat dan alhamdulillah kami dapat kamar yang hanya diisi bertiga oleh saya, suami dan anak saja. Kami menghabiskan waktu 3 hari di kota kelahiran Nabi dengan satu hari waktu bebas dan hari lainnya mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti masjid quba, pemakaman baqi’, masjid ijabah, perkebunan kurma, masjid Bir Ali untuk mengambil miqot umrah dan tentu saja masjid nabawi dan raudah yang merupakan tempat mustajabnya do’a dan dilipatgandakannya pahala kebaikan.

Kamar kami di hotel Alwarisy Safir Madinah. Dekat banget dengan pintu no.15 masjid Nabawi. Kamar ini khusus untuk bertiga saja.
Suasana malam di sekitar hotel. Kanan-kiri adalah toko aneka jualan
Payung-payung raksasa khas Masjid Nabawi
Inside Masjid Nabawi.

Di Mekahpun demikian. Jarak hotel ke masjidil haram sangat dekat bahkan bisa sholat di hotel mengikuti imam masjid. Meskipun pahala yang dijanjikan sama banyaknya, tapi kami tetap mengutamakan sholat di masjid terlebih di depan kakbah. Selain agenda utama yaitu ibadah umrah, selama 4 hari di Mekah kami juga diberikan satu hari acara bebas diluar agenda city tour mengunjungi bukit tsur, jabal rahmah, jabal nur, padang arafah, mina, muzdalifah serta peternakan onta dan berbagai tempat bersejarah lainnya.

Hotel kami di Mekah, tepat berada di jalan masuk menuju masjidil haram
Di hotel disediakan 2 tempat sholat yaitu di pelataran dan di mushollah di lantai atas yang kedua-duanya boleh mengikuti sholat berjamaah bersama imam masjidil haram
Suasana jamaah di dalam masjidil haram

Di Jeddah kami diajak ke pusat perbelanjaan di corniche, mencicipi makanan khas Arab maupun Indonesia. Bakso Mang Oedin adalah salah satu yang banyak direkomendasikan orang. Kamipun mampir di sana. Untuk 3 mangkok bakso + 5 biji bakwan + es cendol dan es buah saya tebus dengan 61 riyal dengan kurs saat itu Rp 3.770 untuk 1 riyal. Tempat lain yang dikunjungi di Jeddah adalah pemakaman Siti Hawa, nenek moyang kita, perempuan pertama yang diciptakan Allah SWT. Selain itu, kita juga diajak sholat berjamaah di masjid terapung laut merah sebelum menuju bandara King Abdul Aziz untuk kembali ke tanah air.

Suasana di corniche. Kami tidak terlalu doyan belanja sih apalagi untuk oleh-oleh sudah kami beli saat di Madinah dan Mekah. Makanya di corniche ini kami lebih memilih wisata kuliner saja. Bakso Mang Oedin adalah salah satunya.
Bakso Mang Oedin satu mangkok berisi 4 biji bakso. Bagi suami rasanya enak sampai habis hingga kuah terakhir. Tapi bagi saya kurang cocok di lidah, hanya mampu menghabiskan 2 biji saja itupun dipaksa. Tapi bakwannya justru saya habiskan 3 potong. Enaakk. Hahaha
Mesjid terapung laut merah dari jauh
Mesjid terapung laut merah dari pintu masuk utama
Pelataran masjid terapung area akhwat (perempuan)
Inside masjid terapung laut merah

Nah teman-teman yang punya pengalaman umrah backpacker silakan komen untuk berbagi pengalaman sehingga memperkaya informasi pembaca sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti umrah ala backpacker ataupun umrah reguler dengan travel agent. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s