Serba-Serbi Traveling Bersama Anak

Bepergian bersama anak kecil itu memang memiliki tantangan tersendiri. Sebagian banyak orang bahkan menganggapnya sangat merepotkan. Saya sendiri tidak bisa memungkiri fakta tersebut karena selama mengajak Ochy melakukan perjalanan bersama entah untuk jarak dekat ataupun jauh di luar kota, untuk rute domestik maupun internasional kerap kali dibuat ribet untuk penyesuaian gaya traveling. Jika selama ini hanya bepergian berdua bersama Kak Idu dengan simple dan praktis yang seharian bisa kelayapan kemana saja dari pagi hingga malam, sering tanpa itinerary yang jelas, makan suka-suka di mana saja dan kapan saja. Sekarang bepergian bersama Ochy otomatis harus lebih banyak barang bawaan, prepare jauh-jauh hari dan banyak syarat yang harus dipenuhi seperti pilihan transportasi, makanan dan akomodasi yang ramah anak. Pokoknya semua harus menyesuaikan dengan kenyamanan sang buah hati. 

Jadi traveling dengan anak itu bukan hal yang mudah bukan? Namun demikian, bukan berarti kita tidak bisa jalan-jalan enak bersama anak. Well, berikut serba-serbi traveling bareng Ochy berdasarkan pengalaman kami.

Mengapa harus mengajak anak traveling?

Jujur saja saya tipe emak-emak rempong yang agak susah nitipin anak meskipun sama kakek-neneknya sendiri, dengan keluarga sendiri apalagi untuk waktu lama. Jangankan berhari-hari, beberapa jam saja saya sudah tidak tenang. Karena itu kemanapun kami pergi, sebisa mungkin sekalian membawa Ochy. 

Apalagi saat tinggal di Bali di mana kami tidak punya sanak saudara di sana maka otomatis kemanapun kami pergi Ochy harus di bawa serta. Sebenarnya banyak sih beberapa teman yang sudah seperti keluarga sendiri bahkan pemilik kost kami sudah seperti orang tua sendiri tapi ya itu tadi, saya kurang percaya jika harus meninggalkan anak lama-lama bersama orang lain tanpa pengawasan langsung dari saya. Bukan over protected sih tapi namanya juga new mom, pengennya dekat-dekat terus dengan si kecil. Hehehe. Karena itu meskipun hanya ke swalayan, saya tetap membawa Ochy. Selain karena alasan sederhana itu, kami juga meyakini beberapa pertimbangan berikut mengapa anak harus di bawa serta terutama saat traveling :

  1. Merekatkan hubungan suami-istri dan hubungan orang tua-anak. Ketika traveling bersama anak, kerjasama suami-istri mutlak diperlukan. Percaya atau tidak selalu saja ada kejadian unik yang menuntut kekompakan dan kesabaran kita sebagai pasangan. Memaksa kita membangun komunikasi dan kerjasama yang solid yang berakibat positif pada hubungan suami-istri menjadi semakin erat dan romantis. Selain hubungan suami istri yang makin kompak, hubungan kita dengan anakpun akan terjalin dengan hangat. Jangan salah, meskipun anak masih kecil masih bayi pula, namun mereka akan mengingat susah payah kita memboyong kesana-kemari untuk menunjukkan banyak hal indah, mengagumi ciptaan Tuhan. Semua itu akan terekam jelas dalam memori sang anak sampai kapanpun. Yaa… mungkin mereka memang tidak akan mengingat setiap detail yang kita lakukan namun percaya saja, anak-anak tau persis rasa kebahagiaan yang kita jalani dan bagi bersama-sama.
  2. Melatih kepekaan anak terhadap lingkungan. Traveling terutama ke alam terbuka seperti gunung, sawah, laut dan pantai akan merangsang kecintaan anak kepada lingkungan. Banyak pelajaran penting yang bisa kita kenalkan seperti menjaga dan melestarikan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan misalnya. Selain itu, kita juga bisa mengajarkan anak menghargai perbedaan atas budaya, kebiasaan dan kepercayaan suatu tempat yang bisa jadi jauh berbeda dengan lingkungan kesehariannya.
  3. Mendidik anak jadi mandiri dan pemberani. Anak yang sering dihadapkan pada situasi yang beragam biasanya lebih siap menerima tantangan. Saat traveling anak akan banyak menemui hal baru dan merasakan pengalaman seru. Kesemuanya adalah manifestasi untuk membentuk kepribadian anak yang lebih mandiri dan pemberani.
  4. Tarif yang bersahabat untuk balita. Nah ini nih poin yang paling saya tunggu-tunggu. Selain jadi emak-emak rempong, saya ini juga emak-emak pecinta diskon lho. Hahahaha. Makanya saya asyik-asyik saja bawa anak sekalian saat traveling karena ternyata tarif untuk balita itu jauh lebih muraaaaaahhh daripada dewasa untuk tiket pesawat dan tiket wisata bahkan gratiiiiiisssss naik tram, metro, railways, kereta, dan bus di luar negeri. Contoh nih tiket pesawat Garuda Indonesia. Kalau masih di bawah umur 2 tahun hanya dikenakan 10% dari biaya tiket dewasa saja dan dapat jatah bagasi 10 kg pula lho! Lumayan banget kan buat mangkas budget traveling kita. 
  5. Special treatment for mom and kids. Beberapa kali traveling bersama Ochy perlakuan khusus sering saya terima seperti bebas antrian di tempat wisata, bebas metal detector, priority boarding, dan dapat pelayanan prima dari pramugari. Bahkan di beberapa event tertentu, bagi ibu yang membawa bayi disediakan ruang khusus untuk beristirahat dengan nyaman.

Umur berapa sebaiknya mulai mengajak anak traveling? 

Saya ingat pertama kali bepergian dengan Ochy ketika dia baru berusia tiga hari. Masih merah, baru keluar dari rumah sakit Siloam Bali. Kami mengajaknya keliling Denpasar dan daerah di sekitarnya. Tas tangan yang biasa saya pakai untuk menyimpan dompet, hp, mukenah, mushof dan kamera terpaksa dipensiunkan dan diganti dengan backpack kecil untuk menampung barang-barang tersebut beserta popok, selimut, jaket, gendongan bayi, cover menyusui, dan beberapa potong baju ganti. Segala tetek bengek perlengkapan itu wajib dibawa meskipun hanya muter-muter Kuta-Denpasar saja. Umur sekian minggu sudah diajak ke tempat yang lebih jauh di daerah Ubud, Gianyar, Bangli dan Kintamani.

Untuk perjalanan dengan pesawat udara, kami sendiri melakukannya setelah Ochy berumur 39 hari. Rute saat itu adalah Denpasar-Makassar, pulang kampung. Sebenarnya agak was-was juga sih mengingat bayi umur segitu masih fragile banget. Tapi setelah mendapat informasi dari maskapai Garuda bahwa syarat umur terbang bagi bayi setidaknya adalah 2 minggu, kamipun percaya diri membeli tiket. Dan tentu saja, sebelum berangkat kami juga mengecek dulu kondisi Ochy ke dokter Sp.A (selanjutnya disingkat DSA) dan beliaupun mengizinkan Ochy melakukan perjalanan udara karena kondisi kesehatannya layak terbang. Dari DSA tersebut kami mendapat informasi penting agar bayi disusui terutama saat take off maupun landing untuk menyeimbangkan tekanan udara agar telinganya tidak terasa sakit. Selain itu juga perlu dipakaikan ear muff atau penutup telinga untuk menghindari kebisingan. Alhamdulillah selama satu jam di dalam pesawat, Ochy anteng-anteng saja. Banyakan tidur malah.

Penerbangan pertama Ochy. Ka : gaya tidur cool. Ki : gaya tidur mangap. Mungkin keenakan pake ear muff kebesaran 😄😄

Di Makassar sendiri, sehari setelah kedatangan kami, saya dan Kak Idu pun mengajak Ochy berkeliling kota. Mengenalkan daerah asal saya, ibunya. Bulan-bulan berikutnya ia sudah kami ajak menempuh perjalanan darat jarak jauh ke Enrekang, kurang lebih 245 km dari Makassar melalui poros Maros-Pangkep-Barru-Pare-Sidrap dengan waktu tempuh 5 jam jika arus lancar untuk menemui kakek dan nenek dari pihak Kak Idu, ayahnya. Bawaan kami tidak lagi berupa backpack kecil tapi telah naik kelas menjadi koper 22 inci padahal hanya untuk 3 hari saja. Hahahaha.

Umur 3 bulan terbang lagi ke Denpasar dan umur 4 bulan kembali lagi ke Makassar karena kami akan ke Jepang. Begitu seterusnya hingga umur 5 bulan naik pesawat lagi ke Denpasar dan umur 6 bulan kembali lagi ke Makassar untuk merayakan Idul Fitri pertama. Memasuki umur 7 bulan terbang jauh ke Timika, Papua karena Kak Idu mutasi lagi ke sana.

Ka : Gn. Batur, Kintamani. Ki : Pantai Gianyar
Malino Highland, Gowa
Di belakang rumah nenek, Enrekang

Apa yang harus dipersiapkan saat traveling bersama anak?

Tidak muluk-muluk sih. Hal utama yang mesti disiapkan saat akan mengajak anak traveling bersama adalah kondisi kesehatan anak dan orang tuanya itu sendiri harus fit. Faktor ini maha penting diatas segalanya. Hal kedua yang lebih penting lagi adalah biaya. Traveling bersama anak otomatis membutuhkan biaya lebih untuk pembelian tiket pesawat dan akomodasi yang nyaman baginya. Tentu ini berbeda jika hanya bepergian berdua saja apalagi bagi tipe backpacker yang bisa tidur dimana saja termasuk di bandara dan stasiun.

Persiapan lainnya yang harus dilakukan saat traveling bersama anak beragam sih sesuai dengan usia si kecil dan traveling ke mana saja. Ke kota dan ke alam terbuka tentu persiapannya akan berbeda. Dari pengalaman kami, saat Ochy masih 0-6 bulan, hal-hal yang harus disiapkan cukup ringkas karena Ochy masih menyusui. Cukup membawa popok, selimut, jaket, gendongan bayi atau stroller (tergantung medan), cover menyusui, dan beberapa potong baju. Saat Ochy mulai MP-Asi persiapannya jadi lebih banyak karena bawaannya harus ditambah lagi dengan bahan makanan, alat makan, slow cooker, pompa asi, dll.

Apa yang harus dilakukan jika anak rewel?

Namanya juga anak kecil. Moodnya sering berubah dengan cepat. Ochy sendiri tidak selamanya anteng dalam perjalanan. Ada masa dimana dia cranky. Kalau sudah begitu biasanya kami beristirahat di hotel dulu, menyusuinya sambil membacakan buku favoritnya atau mengajaknya bermain hingga Ochy sudah merasa tenang. Beberapa hal yang bisa membuat anak rewel biasanya karena merasa lapar, popok basah, gerah dan kecapaian. Jika anak masih bayi, bentuk ketidaknyamanan itu dia tunjukkan dengan menangis karena belum bisa bicara dengan jelas. Segeralah susui atau cek popoknya yang mungkin sudah harus diganti. Jika anak sudah bisa ngomong sih menghadapinya jauh lebih mudah karena ia sudah bisa mengungkapkan apa yang ia mau sehingga tidak sulit bagi kita memenuhinya. 

Well, tulisannya kayaknya sudah panjang banget. Terimakasih lho sudah membaca hingga tuntas. Semoga menginspirasi untuk mengajak anak ikut serta dalam traveling 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s