Konflik Freeport Vs Indonesia. Bagaimana Nasib Rakyat Papua?

Beberapa hari belakangan, ramai diberitakan tentang perseteruan  PT. Freeport Indonesia dengan pemerintah. Kasus ini bahkan menjadi tajuk terdepan di berbagai media, mengisi halaman utama setiap media online maupun offline. 

Perseteruan itu kian memanas saat pihak PT. Freeport mengancam akan menggugat Indonesia ke pengadilan arbitrase jika selama masa negosiasi belum juga menemukan kesepakatan tentang perizinan operasional. Bagi perusahaan emas raksasa tersebut, perizinan melalui Kontrak Kerja (KK) ingin tetap dipertahankan sebagaimana telah berjalan selama setengah abad sejak pertama kali mereka beroperasi di Tanah Papua. Sementara pihak pemerintah menginginkan peralihan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai dengan PP yang berlaku karena menganggap KK kurang menguntungkan bagi negara, terkhusus bagi rakyat Papua di Mimika. Lain halnya di mata PT. Freeport, jika harus beralih status menjadi IUPK maka akan merugikan pihak mereka karena menganggap tidak memperoleh jaminan secara hukum dan fiskal.

Seperti lazimnya pihak yang berseteru, masing-masing mengklaim kebenaran sendiri. Freeport McMoran Inc menganggap telah berkontribusi banyak untuk Indonesia terlebih bagi kelangsungan hidup masyarakat Papua dengan pemberian dana royalti, beasiswa, lapangan pekerjaan, fasilitas kesehatan, pembangunan infrastruktur dan lain-lain. Sementara pemerintah menganggap itu semua tidak sebanding dengan banyaknya keuntungan yang telah diperoleh perusahaan asal Amerika tersebut melalui hasil eksploitasi kekayaan alam Papua. Profit pengerukan emas, tembaga, perak, bahkan uranium selama berpuluh-puluh tahun tidak sepadan dengan manfaat yang diterima oleh rakyat Indonesia. 

Bandara Mozes Kilangin yang dibangun oleh PT. Freeport
Tempat rekreasi keluarga yang dibangun oleh PT. Freeport. Tempat ini sering digunakan untuk berolahraga seperti lari, jogging, badminton, bersepeda atau sekedar duduk santai berlapis tikar bersama keluarga.
Danau buatan yang dibangun oleh PT. Freeport

Kisruh saling bertahan dengan posisi dan argumennya masing-masing berimbas pada sikap induk usaha PT. Freeport Indonesia yaitu Freeport McMoran Inc yang menyatakan force majure usai pemerintah melarang ekspor konsentrat pada 12 Februari lalu sehingga operasional pertambangan tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Akibatnya banyak karyawan PT. Freeport yang harus dirumahkan termasuk warga negara Indonesia itu sendiri. Entah ini salah satu strategi PT. Freeport untuk menekan pemerintah atau memang murni untuk pemangkasan biaya.

Terlepas dari konflik keduanya, saya cenderung memikirkan nasib warga Papua di Mimika mengingat mereka adalah ‘korban’ yang sebenarnya. Manfaat besar apa yang bisa dirasakan dari IUPK tersebut. Apakah memang akan benar-benar membawa kesejahteraan bagi rakyat Papua atau hanya demi kepentingan tertentu? Karena selama ini di bawah Kontrak Karya saja dimana sumbangsih PT.Freeport terlihat nyata dan jelas untuk masyarakat lokal, fakta menunjukkan Papua tetaplah salah satu daerah termiskin di Indonesia. 

Selama saya tinggal di Timika, Mimika kesenjangan hidup begitu terasa. Adalah pemandangan biasa melihat anak-anak Papua yang berjalan tanpa alas kaki, ingus melorot-lorot dan pakaian yang begitu lusuh. Jangan tanya tentang tingkat pengetahuan dan pendidikan mereka. Sebagian besar sangatlah memprihatinkan. Tingkat kesejahteraan apalagi! Rata-rata mereka hanya berprofesi sebagai penjual noken di jalan raya atau menjual pinang, ikan dan umbi-umbian di pasar yang hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-dua hari.

Pasar baru Timika. Salah satu spot terbaik menikmati sunset. Selepas belanja sayur dan ikan, saya dan suami senang menunggu matahari terbenam di tempat ini.
Mama-mama penjual noken di pinggir jalan.
Pasar gorong-gorong Timika. Biasanya sepanjang haluan pasar dipenuhi mama-mama penjual pinang, ikan, udang, singkong, ubi dan sayur. Sayangnya waktu mengambil gambar ini jelang tahun baru sehingga banyak penjual warga asli Papua yang belum datang.
Advertisements

2 thoughts on “Konflik Freeport Vs Indonesia. Bagaimana Nasib Rakyat Papua?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s