Komitmen Traveling

Sejak menikah, kami telah sepakat untuk melakukan perjalanan ke luar negeri setidaknya sekali dalam setahun. Dan kami mulai merealisasikan kesepakatan itu sebulan setelah resmi menjadi pasutri karena kesibukan masing-masing. Saat itu saya masih berstatus karyawan swasta dan suami karyawan BUMN membuat kami cukup sulit untuk menyamakan jadwal cuti. Apalagi kami terpisah di provinsi yang berbeda. Belakangan saya resign dan memilih ikut suami, menjadi istri penuh waktu mendampinginya di tempat tugas. 

Window of the World, Shenzen

Perjalanan perdana kami dimulai dengan mengunjungi empat negara sekaligus yaitu Malaysia, Hong Kong, Macau dan Shenzen di bulan Oktober 2013. Sebenarnya kami merencanakan ke baitullah di Mekkah terlebih dahulu sebelum ke negara manapun. Semuanya telah dipersiapkan termasuk daftar dan menyelesaikan pembayaran ke travel umrah, suntik meningitis untuk mendapatkan kartu kuning, dll. Namun ternyata Allah belum menghendaki. Kami batal berangkat dan dijadwalkan kembali untuk keberangkatan tahun selanjutnya.

Summer in Hong Kong. The peak tram and sky terrace

Maret 2014 jika sesuai rencana, kami seharusnya sudah berangkat ke tanah suci. Namun lagi-lagi belum ada panggilan dari Allah. Pembatalan ini bahkan termasuk kasus yang sangat sederhana : hanya miss communication dengan pihak travel sehingga kami telat menyetor passport dan foto untuk pengurusan visa. Sedih tentu saja. Marah sempat juga sih. Karena perjalanan ke tanah suci adalah salah satu impian terbesar kami sebagai ummat muslim. Kamipun mengintrospeksi diri. Mungkin masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari diri kami. Butuh proses memantaskan diri barangkali.

Macau yang gak sempat kami explore dengan baik karena buru-buru mengejar penerbangan. One day must be back here

Tapi rupanya Allah punya rencana lain untuk kami. Memberi kado luar biasa atas kesedihan ini : saya hamil! Kehamilan ini saya tahu seminggu setelah jamaah lainnya berangkat ke tanah suci. Beberapa bulan berselang kami dapat hadiah lagi dari Allah : suami mutasi atau dipindahtugaskan dari Timika ke Denpasar, Bali. Subhanallah… satu pelajaran penting  dari kejadian ini : tetaplah berbaik sangka kepada Tuhan. Apapun kondisi yang diberikanNya. Karena bisa jadi yang baik menurut kita ternyata buruk di mata Allah, begitupun sebaliknya. Percayalah keputusan Allah selalu yang terbaik.

Spring in Japan

Tahun berikutnya, kami kembali lagi melanjutkan komitmen traveling ke luar negeri. Musim semi 2015 kami mengunjungi Osaka, Kyoto dan Tokyo di Jepang. Lalu Februari 2016 mengunjungi 5 kota di 2 negara yaitu Malaysia ( KL, Melaka, Johor Bahru, Penang) dan Singapore bersama Ochy, anak pertama kami. 

Malaysia – Singapore

Tahun ini, insyaAllah dalam 2 minggu ke depan kami akan berangkat ke tanah suci. Hikmah dari kegagalan berangkat sebelumnya, kali ini kami insyaAllah tidak hanya berangkat berdua saja tapi juga bersama Ochy dan calon adiknya yang saat ini berumur 26 minggu. Semoga semuanya berjalan lancar dan diridhoi oleh Allah SWT. Amiin yaa Rabbal ‘alamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s