Traveling Saat Hamil? Kenapa Tidak!

Jauh sebelum saya menikah dan hamil, traveling telah menjadi kebutuhan pribadi. Nah yang namanya kebutuhan, tentu harus dipenuhi dan pastinya butuh biaya. Maka budget khusus jalan-jalan harus disiapkan layaknya budget untuk keperluan lainnya. Bersyukurnya, saya menikah dengan lelaki yang juga suka jalan-jalan. Pokoknya 11-12 lah dengan saya dalam urusan traveling. Saya tidak bisa membayangkan jika punya suami yang menganggap traveling semata-mata sebagai gaya hidup belaka dan hanya membuang-buang uang! Soalnya ada lho tipe cowok yang begitu. Hahhh.. ada?? Iya, banyak! Duh… kebayang betapa menderitanya hidupku. Allah itu maha adil emang ya. Menyatukan kita dengan yang setipe. Tukang jalan ketemunya sama tukang jalan juga. 

Kami berdua sepakat bahwa alam dan dunia luar adalah sekolah kehidupan terbaik. Karena itu alih-alih mengeluarkan uang untuk mengoleksi barang mewah, kami justru lebih senang ‘membeli’ pengalaman dan collect moment. Contoh nih, untuk urusan gadget kami tidak mengikuti trend yang harus gonta-ganti tiap ada keluaran terbaru. Hp paling diganti setelah usianya uzur. Diganti setidaknya setelah pemakaian 5 tahun. Kecuali jika terjadi emergency case seperti iphone saya yang harus pensiun dini karena hancur ditumbuk-tumbuk Ochy. Beli tas branded gak harus semua merk dan model. Kalau sudah punya satu, cukup. Beli sepatu mahal, boleh. Yang penting nyaman dipakai. Ini juga tidak harus mengoleksi berbagai warna dan jenis sepatu untuk menuh-menuhin lemari saja yang kalau mau pergi jadi bingung sendiri mau pakai yang mana saking banyaknya. Begitulah, kami selalu merasa cukup atas kepemilikan barang namun selalu merasa kurang akan pengalaman. Karenanya, kami lebih banyak menghabiskan uang dalam traveling daripada di etalase mall. Sebab bagi kami, barang-barang itu ada masanya sedangkan kenangan insyaAllah sepanjang waktu, investasi lahir batin.

Karena prinsip inilah maka saat hamilpun bukan sebuah kendala untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Masa-masa hamil justru menjadi moment indah bagi kami mengenalkan calon buah hati pada dunia luar.

Saya sendiri sejak hamilkan Ochy -anak pertama kami-alhamdulillah lancar jaya tanpa merasakan ngidam apalagi morning sickness. Bawaannya santai saja, seperti tidak hamil. Anaknya sudah pintar sejak masih dalam kandungan. Ngerti banget kondisi ibunya yang gak bisa diam a.k.a aktif sekali sehingga agenda traveling tidak ada yang berubah. 

Saat hamilkan Ochy 5 bulan
Kehamilan kedua, usia 3 bulan
Kehamilan kedua, usia 6 bulan

Bedanya traveling saat hamil dirasakan justru pada orang-orang di sekitar saya. Banyak yang mengingatkan untuk duduk manis saja di rumah, istirahat dengan nyaman. Tidak sedikit yang khawatir saya dan calon bayi kenapa-kenapa (kecapaian lalu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan) jika traveling melulu apalagi ke tempat-tempat yang rada ekstrim bagi ibu hamil. Ya, saya anggap itu sebagai bentuk cinta kasih mereka kepada saya dan calon bayi. Saya sangat menghargainya. Tapi gimana ya, kalau sudah jadi kebutuhan berasa ada yang kurang jika tidak dipenuhi.

Saya masih ingat saat itu trimester awal. Karena perut belum terlalu besar, yang liatin sih biasa-biasa saja. Tapi saat trimester akhir, jelang partus gitu, banyak yang terheran-heran cenderung merasa takut kok ada makhluk buncit luar biasa di pantai Padang-Padang yang tersembunyi di bawah karang dan harus melalui banyak anak tangga di celah yang sempit begini? Ada juga yang khawatir nanti saya lahiran premature saat manjat-manjat mendaki jalur air terjun Git-Git di Bedugul. Begitu juga dengan kehamilan kedua ini. Meskipun melalui proses ngidam -gak doyan makan selama trimester awal- yang menyebabkan berat badanku menyusut drastis namun jalan-jalan tetap gak absen.

Hamil anak pertama
Hamil anak kedua. Tetap fit main ke bukit
Hamil anak kedua. Tetap senang main ke pantai

Berdasarkan pengalaman saya, traveling bagi ibu hamil sebenarnya aman-aman saja kok. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Traveling justru menjadi hal yang membangkitkan enndorphin tubuh, membuat hati selalu merasa bahagia. Namun tentu ini tidak bisa dipaksakan berlaku umum sih. Karena kondisi setiap ibu hamil berbeda-beda. Kalaupun ada yang ingin tetap traveling, mungkin bisa mencoba tips ala kami :

  • Ibu hamil mudah lelah. Ini memang betul. Stamina tubuh saat hamil dan tidak memang jauh berbeda. Karena itu selalu bawa bekal. Saya sendiri karena tidak doyan makan maka diganti dengan konsumsi buah. Saya selalu membawa potongan semangka, pepaya, kiwi dan buah naga dalam satu wadah sebagai penambah energi.  Yang tidak kalah penting, istirahatlah kapanpun merasa lelah.
  • Sering buang air kecil. Nah ini perkara paling sulit bagi saya jika sedang traveling apalagi ke alam bebas yang belum ada fasilitas apapun. Karena itu saya selalu buang air kecil dimanapun menemui toilet. Di restoran, masjid, toko, termasuk numpang di rumah warga.
  • Takut keguguran. Banyak yang bilang begitu sih. Katanya bisa menyebabkan kaki bengkak saat jalan jauh dan lama. Fatalnya lagi bisa memicu keguguran karena calon bayi akan kontraksi hebat saat kita bergerak terlalu banyak. Alhamdulillah sih saya tetap lahiran dengan selamat. Semoga kehamilan kedua inipun begitu. Untuk kaki bengkak, saya memang pernah mengalaminya ketika jalan kaki dari rumah di Jl. Drupadi ke lapangan Renon Denpasar plus mengelilingi jalur jogging track Renon selama 50 menit. Namun bengkak ini segera hilang saat kaki direndam dengan air hangat sedikit garam.
  • Memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman. Ibu hamil mudah sekali berkeringat dan merasa gerah. Karena itu sebisa mungkin memakai pakaian yang nyaman, tidak terlalu ketat dan dari bahan yang mampu menyerap keringat.
  • Support suami. Ini bagian yang tidak kalah penting. Dukungan dari orang-orang terdekat kita terutama suami memang sangat perlu. Saya bersyukur sekali punya pasangan yang sangat mengerti kondisi saya. Tanpa dimintapun, doi pasti sudah bantu pijit punggung, kaki bahkan rela menggendong jika melihat saya mulai lelah dalam perjalanan.

Itulah beberapa tips ala bumil pecinta traveling. Semoga tulisan ini bermanfaat terutama bagi ibu-ibu yang lagi was-was akan keamanan traveling saat mengandung. Percayalah, the less your fear the more your experience.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s