Traveling With Baby : Singapore Sightseeing

Biasanya orang-orang yang traveling ke Malaysia juga akan mampir ke negara tetangga, Singapore. Dari Kuala Lumpur bisa ditempuh selama 1 jam dengan harga tiket supermurah (kurang dari Rp 150.000) dengan pesawat Low Cost Carrier (LCC) seperti Air Asia, Tiger Air atau Jetstar. 

Kota Singapore meskipun kecil tapi sangat bersih, rapih, modern dan tertib. Transportasi umumnya nyaman dan aman juga children friendly. Dan yang paling menakjubkan, pejalan kaki sangat dihormati dengan disediakan jalur khusus pedestrian. Karena itu mengunjungi Singapore bersama anak bahkan bayi bukanlah sebuah kendala.

Menurut saya, Singapore bisa dieksplore dengan leluasa dalam 3 hari. Namun kalaupun waktu kita terbatas, kita tetap bisa menikmati kota singa itu seharian dengan mengunjungi beberapa landmark di Merlion Park seperti Singapore Flyer, Esplanade, Singapore Art Science Museum, Marina Bay Sand, Gardens By The Bay dan tentunya Patung Merlion. Kami sendiri menghabiskan dua hari di Singapore karena ingin merasakan gemerlap kota di malam hari juga mengunjungi Universal Studio di Sentosa Island.

Apa yang harus disiapkan sebelum ke Singapore?

  1. Passport. Singapore adalah salah satu negara Asean yang membebaskan warga Indonesia masuk tanpa visa. Jadi cukup membawa passport saja. Pastikan masa berlaku passport tidak kurang dari 6 bulan.
  2. Pulpen. Meskipun sepele, namun barang kecil ini wajib dibawa. Saat memasuki Singapore kita harus mengisi form arrival yang biasanya dilakukan di pesawat sebelum landing. Jika terlewat, bisa dilakukan ketika di Changi Airport.
  3. Uang SGD. Bawalah uang Singapore Dollar (SGD) secukupnya untuk pembayaran semua transaksi selama di sana. Jika belum punya, bisa menukar uang di money changer yang tersebar di bandara Changi.
  4. Akomodasi. Biaya hidup di Singapore memang tinggi terutama untuk akomodasi. Namun kita bisa mengakalinya dengan memesan hostel kelas dormitory seharga Rp 100.000/malam/kepala. Dalam sekamar biasanya banyak tempat tidur : ada yang 4 ranjang, 6 ranjang bahkan 8 ranjang. Karena saya membawa bayi dan kurang nyaman sekamar dengan orang tak dikenal, maka saya lebih memilih tidur di hotel budget murah namun lokasinya strategis seperti dekat dengan stasiun MRT sehingga bisa menekan biaya transportasi. Hotel Chain seperti Four Chain View adalah salah satu hotel budget yang recommended di daerah Geylang Road. Saat itu saya dapat harga Rp 500.000-an per malam. Sebaiknya, bookinglah hotel jauh-jauh hari sebelumnya agar bisa mendapat harga yang lebih hemat.

Welcome to Singapore

Kami menuju Singapore dari Kuala Lumpur dengan pesawat Air Asia. Perjalanan 1 jam itu alhamdulillah lancar. Enaknya traveling bersama anak karena selalu diberi priority boarding sehingga tidak harus naik ke pesawat dengan berdesak-desakan. 

Saat tiba di bandara, segeralah menuju counter imigrasi untuk mendapatkan stempel masuk Singapore. Ada kejadian lucu ketika saya berhadapan dengan petugas imigrasi. Sumpah ini pertama kali saya menemukan petugas yang ramah, murah senyum, bahasanya santai bahkan mengajak bercanda. Soalnya di negara-negara yang pernah saya kunjungi seperti Malaysia, Thailand, juga Singapore itu sendiri, Hong Kong, Macau, Shenzen bahkan Jepang sekalipun yang terkenal akan keramahannya, petugas imigrasinya tetap jutek. Syukur-syukur dikasi senyum. Biasanya sudah pasang muka 12 pas duluan. Tegak lurus tanpa ekspresi. Dingin!

Saat dia memeriksa passportku dan Ochy, dia berkali-kali memandangi kami dan passport bergantian. Lalu senyum-senyum sendiri. Tidak lama setelah diberikan stempel, dia mencubit pipi Ochy dan mengatakan “wah… Hideyoshi, namanya sangat Japanese. Ayahnya orang Jepang ya?” Katanya dalam Bahasa Indonesia yang fasih. Saya balas dalam bahasa Inggris dengan mengatakan bahwa kami adalah orang Indonesia tulen. Saya dan suami asli Indonesia. Eh dianya senyum-senyum lagi sambil menanyakan pilihanku berbahasa asing. Lalu dengan spontan saya balas biar tidak dikira TKW. Dianya malah ngakak.

Kinetic rain at Changi Airport. So beautiful!
Kalau belum tukar uang ke SGD, ikuti saja tanda panah ke money changer.

Bagaimana menuju pusat kota dari bandara Changi?
Jika sudah mendapat stempel imigrasi, ikuti saja petunjuk train to city hingga menemukan stasiun skytrain

Stasiun Mass Rapid Transportation atau MRT terletak di bawah tanah yang super keren. Untuk naik MRT kita harus membeli single journey ticket di vending machine yang tersedia ataupun membeli ez-link dari MRT Ticket Office. Nah kami memilih yang kedua, biar sekalian bisa tanya-tanya sama petugasnya. 

MRT dari  Changi Airport akan berakhir di stasiun MRT Tanah Merah. Semua penumpang akan turun di sini lalu dilanjutkan dengan naik MRT arah Joo Koon. Setelah itu turunlah di MRT terdekat hotel. Tujuan kami saat itu adalah Hotel Four Chain View di Geylang Road Lorong 39 sehingga harus turun di stasiun MRT AlJunied nantinya. Perjalanan dari bandara ke stasiun AlJunied sekitar 30 menit seharga SGD 2,10 saja. Karena kawasan Geylang terkenal dengan hotel budget yang tersebar di segala lorong, maka perhatikanlah pintu keluar di stasiun yang terdekat ke penginapan. Sebab jika salah exit, bisa membuat kita jalan kaki jauh sekali hingga tiba di tempat tujuan. Jika ragu, bertanyalah pada petugas stasiun.

Hotel Four Chain tampak depan
Lobby hotel. Di atas meja itu adalah peta dan beberapa informasi wisata Singapore. Sayangnya harus dibeli seharga SGD 2,00. Padahal biasanya gratis saja mah kalau yang beginian.
Kamar dan kasurnya minimalis banget tapi bersih dan wangi kok
Lumayan, dapat minuman gratis.
Kamar mandinya kecil tapi bersih. Lengkap dengan toiletries juga

Jalan-Jalan di Singapore

Day 1 : Merlion Park-Gardens By The Bay-Marina Bay Sands.

Sebaiknya pagi-pagi sekali sudah menuju Merlion Park untuk menghindari banyaknya pengunjung sehingga bisa mendapat gambar yang lebih privat. Kami naik MRT line hijau dan turun di Raffless Place MRT Station, keluar di pintu exit H (Six Bettery Rd). Lalu terus berjalan kaki ke arah Fullerton Hotel. Sebelum menyebrang ke area Merlion Park, kami sempat mampir di Victoria Memorial Hall dan National Gallery Singapore.

Jalan kaki ternyata jauh juga. Karena itu pakailah sepatu yang nyaman dan beristirahatlah jika sudah merasa capai. Ada banyak spot keren untuk sekedar bernarsis ria sambil memijat-mijat kaki yang pegal. Sebenarnya sih paling enak kalau bisa naik bus karena akan langsung turun di bus stop Fullerton sq sehingga kita tidak harus jauh berjalan kaki.

Jalan kaki menuju Merlion Park. Lumayan jauh. Tapi bisa singgah di banyak spot buat foto-foto cantik.
Esplanade. Sayangnya cuaca tiba-tiba mendung sehingga gambarnya agak gelap.
Victoria Memorial Hall. Gak masuk nonton cuma numpang foto depannya saja.
Victoria Memorial Hall dilihat dari jembatan. Di seberang jembatan inilah Merlion Park berada
National Gallery Singapore
Nah ini nih ikon penting Singapore. Pokoknya gak afdhol ke Singapore kalau belum ke sini. Hehehe. Saya sendiri tiap kali ke Singapore selalu disempatkan ke sini.

Dari Merlion Park, kami kembali lagi ke Raffless Place, setelah menikmati makan siang yang enak di cafe yang banyak tersebar di dekat patung singa itu. Lalu naik MRT line merah transit di stasiun Marina Bay lalu pindah platform MRT line kuning dan turun di stasiun Bayfront menuju Gardens By The Bay. Nah di sini jalan kaki lumayan jauh lagi ini. Parahnya cuaca yang tadinya mendung kini mulai menurunkan titik hujan. Kamipun sempat berteduh di loket pembelian tiket masuk sambil menunggu gerimis berhenti.

Gardens By The Bay setelah cuaca kembali cerah

Dari Gardens By The Bay kami menuju Marina Bay Sands, jalan kaki lagi lewat jembatan yang menghubungkan keduanya. Ada pemandangan spektakuler saat malam hari di sana, khususnya setiap jam 8 malam yaitu pertunjukan air yang ditembak dengan sinar laser dinamakan The Wonderful Show. Pertunjukan ini dilaksanakan di halaman hotel Marina Bay sands yang menghadap ke sungai sehingga menyuguhkan pemandangan kota Singapura yang cantik di malam hari.

Kota Singapore yang gemerlap di malam hari

Day 2 : Sentosa Island

Ada banyak cara untuk sampai ke Sentosa Island. Bisa diakses dengan jalan kaki menuju boardwalk, naik bus, menggunakan monorail sentosa express dan menaiki cable car. Kami sendiri menaiki monorail sentosa express yang berangkat di James Power Station, lantai 3 mall vivoo city.

Rute sederhananya seperti ini :

  • Dari mall Vivoo City atau stasiun MRT Harbourfront, naik eskalator hingga ke lantai 3 (lantai paling atas) lalu carilah tanda petunjuk arah Sentosa Express atau St. James Power Station. Nah saat di mall Vivoo city tadi, jangan tergoda belanja-belanja dulu ya karena waktunya bisa habis dan juga sangat menguras kantong. Mahal-mahal bo! Haha
  • Kalau sudah sampai di Sentosa Express, belilah tiket di vending machine seharga SGD 4/orang dewasa. Tenang saja, ada petunjuk cara pembelian tiket ini di mesin kok. Gampang!
  • Sudah punya tiketnya, mengantrilah untuk naik ke monorail sentosa express. Selanjutnya turunlah di stasiun sesuai tujuan. Setidaknya ada 3 stasiun perhentian yaitu Waterfront Station, Imbiah Station dan Beach Station. Karena kami akan ke Universal Studio, maka kami turun di Waterfront Station.

Nah, mudah kan?! Happy holiday happy moms šŸ™‚

    Universal Studio Singapore.
    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s