Wonderful Kuala Kencana

Apa yang terbesit pertama kali dalam pikiran kamu saat mendengar kata Papua? Jika kamu berpikiran tentang masyarakat primitif, koteka, pinang, perang suku, kulit hitam dan rambut keriting maka kamu persis seperti saya yang diajak oleh suami tinggal di Papua, tepatnya di Kota Timika tidak lama setelah kami menikah karena Pak Suami sementata ditempat tugaskan di sana.

Jujur saja saya agak ogah-ogahan sekaligus ngeri, apalagi saat suami justru memberikan informasi yang buruk-buruk saja tentang daerah tersebut yang rupanya ia sengaja hanya untuk membuat saya bergidik. Lebih tepatnya sih agar saya tidak berharap terlalu banyak pada kota yang luasnya tidak seberapa itu. Soalnya suami paham betul kalau saya ini tipikal pembosan, sukanya mengeksplore dan maunya banyak. Hahaha. Lalu saya yang polos ini dengan bloonnya percaya saja padanya apalagi memang santer diberitakan di media bahwa daerah itu sering kacau. Dikit-dikit perang. Dekat-dekat, nyawa melayang. Lalu ngapain ke sana kalau hanya untuk menyetor jatah hidup coba?

Tapi… bukan saya namanya jika tidak suka tantangan. Secara manusiawi, wajarlah ya di awal-awal merasa ngeri. Takut itu kan fitrah manusia. Dan mereka yang tetap melangkah meski merasa takut, mereka itulah sang pemberani. Saya mungkin salah satu diantaranya. Maka berangkatlah saya ke Tanah Papua untuk pertama kalinya. Perjalanan udara selama 3 jam dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar cukup melelahkan. Apalagi jadwal keberangkatannya di jam-jam ajaib. Hanya ada 2 kali penerbangan oleh 2 maskapai berbeda dari Makassar ke Timika yaitu pukul 2.30 pagi oleh Sriwijaya Air dan pukul 05.30 pagi oleh Garuda Indonesia. Yang berarti 2 jam sebelum keberangkatan sudah harus menuju bandara. Kebayang kan gimana ajaibnya? Ngantuk berat shaaaayy!

Begitu tiba di Mozez Kilangin International Airport saya langsung terkesima. Is this Timika, Papua? Mana orang-orang pakai koteka itu? Mana orang-orang berbaju rumbi itu? Kok gak kelihatan? Oh my God… this place is just wonderful! Gunung-gunung dengan puncak berselimut awan menjadi pagar alami bandara. Pohon pinus dan cemara menjadi kanopi tak kasat mata yang memberi efek teduh di sepanjang jalan dari dan ke bandara. 

Gunung-gunung berselimut awan ini terbentang di seantero daerah Timika. Gambar di atas masih merupakan area PT. Freeport Indonesia. Asri dan sangat rapih.

Sayangnya, keindahan ini harus segera berakhir. Memasuki Kota Timika, suasana terasa sangat timpang : panas, kumuh, crowded dan kabel berseliweran di mana-mana mengaburkan semua keindahan gunung yang mengelilinginya. Bayangan tentang buruknya tata kota ini yang sebelumnya digambarkan Pak Suami menari-nari dalam kepala. No mall, no entertainment, no beach, no river and no park. Hanya ada orang mabuk di jalan, orang meludah pinang sesuka hati, pemalak, penikam dan ohh…  Saya hanya bisa menelan ludah serta mengurut dada.

Pusat Kota Timika yang semrawut. Sampah di pinggir jalan dan kabel yang berseliweran.

Tapi dasar drama! Tidak lama setelah itu saya kembali excited ketika mobil kami memasuki sebuah kawasan bak di luar negeri. Rapih, bersih, apik, sejuk, nyaman dan humanis. Yup! That’s Kuala Kencana, sekitar 20 km dari Bandara Mozes Kilangin. Sebuah kawasan yang secara administatif memang masih termasuk wilayah Kabupaten Mimika dengan Timika sebagai ibukotanya. Sebuah tempat yang sering disebut-sebut sebagai kota di dalam hutan. Meskipun terletak di tengah hutan namun kotanya sangat maju dan modern. Jauh berbeda dengan Kota Timika yang merupakan ibukota kabupaten.

Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam kawasan ini karena Kuala Kencana memang bukan objek wisata. Kendaraan kita harus melewati security check-in di pintu utama. Jika punya stiker kerja atau tanda warga sebagai penghuni Kuala Kencana maka boleh masuk. Jika tidak, ya mohon maaf. Kamu harus balik kanan! Meskipun belakangan akhirnya diberlakukan kartu visitor yang ditukar dengan titip KTP bagi mereka yang tidak punya stiker atau ID PTFI tapi tetap saja para penjaga itu sangat selektif. Jika beruntung, yes… go ahead! 

Kami sangat menikmati alun-alun kota Kuala Kencana yang asri

Selain tata kota yang cantik, Kuala Kencana juga sangat lengkap sarana dan prasarananya. Mulai dari urusan pemukiman hingga urusan hiburan semuanya ada. Bahkan bisa dibilang jauh lebih lengkap daripada Kota Timika itu sendiri.

Pemukiman Kuala Kencana

Pemukiman di Kuala Kencana di bagi atas RW A (Bumi Satwa Indah), RW B (Tirta Indah), kompleks apartemen, bougenville dan bachelor’s quarter.

Salah satu bentuk pemukiman di Kuala Kencana : apartemen

Bangunan lain yang menunjang pemukiman tersebut seperti sarana ibadah berupa masjid dan gereja yang saling berhadapan di depan alun-alun kota, sekolah bertaraf internasional, rumah sakit, perpustakaan, terminal, halte, kantor pemadam kebakaran (lokasi film Denias), layanan perbankan, dan kantor imigrasi mengingat banyaknya warga asing yang tinggal di sana. Pusat olahraga dan rekseasi keluarga seperti kolam renang, fitnes, lapangan golf, lapangan basket, jogging track, jalan khusus sepeda, shopping centre, restoran dan cafe serta exhibition hall juga tersedia dalam kompleks Kuala Kencana.

Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana
Parkir khusus sepeda di depan shopping centre

Kuala Kencana dibangun tidak hanya dengan berbagai kelengkapan fasilitas tersebut. Namun juga didesain mengikuti pola barat yang mengandung unsur humanis seperti pemisahan jalan khusus kendaraan bermesin, sepeda dan pejalan kaki. Pengolahan limbah yang terintegritas. Tentang pengolahan limbah ini, Kuala Kencana merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki saluran air kotor yang langsung terhubung ke pusat pengolahan limbah. Serta pengelolaan listrik bawah tanah yang terpadu sehingga kita tidak akan menemukan kabel-kabel yang membentang di atas jalan maupun bangunan.

Jalur pejalan kaki di Kuala Kencana

Itulah sedikit informasi tentang Kuala Kencana. Lha kok cuma sedikit? Iya! Karena masih banyak sisi Kuala Kencana yang bisa dieksplore. Kamu harus datang sendiri untuk merasakan suasananya. Jadi kapan kamu main ke sini? đŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Wonderful Kuala Kencana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s